About us
VriTimes
Australia
Raise It With Press Release
press release

/ Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

BINUS Media & Publishing
Share
preview

Semarang, 8 Mei 2026 – Industri kreatif Indonesia, khususnya di bidang film dan animasi, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas visual yang semakin matang, storytelling yang semakin kuat, serta pemanfaatan teknologi seperti visual effects (VFX) menjadikan karya-karya lokal semakin mampu bersaing ditingkat global.

Di tengah perkembangan tersebut, minat generasi muda terhadap industri kreatif juga semakin tinggi. Namun, ketertarikan ini seringkali belum diikuti dengan pemahaman yang cukup mengenai bagaimana proses produksi sebenarnya berjalan, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi teknis, hingga kolaborasi lintas tim yang kompleks di balik sebuah karya visual.

Melihat kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam tersebut, BINUS University @Semarang menghadirkan Studium Generale bertajuk “The Making of ‘Dilan ITB 1997’ and ‘Jumbo’: Expert Insights for Tomorrow’s Creators” yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 1 BINUS @Semarang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kampus dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri.

Sebagai Digital Transformation & AI Experience Campus, BINUS University @Semarang secara konsisten mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya dalam proses kreatif dan inovasi. Pendekatan ini menjadi semakin relevan, mengingat industri kreatif saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan AI dalam produksi visual dan konten kreatif.

Direktur Kampus BINUS University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., menekankan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja.  “Saat ini, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memahami teori, tetapi bagaimana mahasiswa bisa mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan kebutuhan nyata di industri. Banyak mahasiswa yang memiliki minat besar di bidang kreatif, namun belum sepenuhnya memahami proses kerja profesional yang 

sebenarnya. Melalui Studium Generale ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, di mana mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah karya diproduksi dari perspektif praktisi. Kami juga ingin menanamkan bahwa untuk bisa berkembang di industri ini, dibutuhkan kesiapan yang menyeluruh—mulai dari skill teknis, kemampuan berpikir kreatif, hingga kemampuan bekerja dalam tim dan beradaptasi dengan perubahan teknologi,” ujar Dr. Fredy.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari Bapak Andi Purnama Hardjani, seorang VFX Supervisor yang telah terlibat dalam berbagai proyek film. Ia membagikan pengalaman mengenai bagaimana visual dalam film dibangun secara detail, mulai dari tahap konsep hingga eksekusi akhir.

Menurut Andi, salah satu tantangan terbesar dalam industri ini adalah menyatukan aspek teknis dan kreativitas dalam satu proses kerja yang terstruktur. “VFX itu bukan sekadar soal software atau tools. Yang paling sulit itu justru memastikan setiap efek visual tetap melayani story, bukan sebaliknya. Kalau tim teknis dan tim kreatif tidak bicara dalam bahasa yang sama sejak awal, hasilnya mungkin bisa bagus secara visual, tapi akan terasa kosong secara emosional”, jelas Andi.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan individu dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah. “Dengan hadirnya AI dalam pipeline produksi, banyak yang khawatir akan tergantikan. Tapi menurut saya, yang akan bertahan adalah mereka yang tahu bagaimana berkolaborasi dengan teknologi, bukan melawannya. Kesiapan itu dimulai dari mindset dan seberapa cepat kamu bisa belajar hal baru, supaya bisa tetap relevan.” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga pemahaman yang lebih konkret mengenai bagaimana industri kreatif bekerja. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi keterampilan maupun pola pikir profesional.

BINUS University @Semarang berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, sekaligus mendorong lahirnya generasi kreator muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berkontribusi dalam perkembangan industri kreatif Indonesia ke depan.

Ready to try VRITIMES?
VRITIMES is a press release distribution platform used by 5,000+ companies. Distribution starts from AU$50 with guaranteed publication in 20 media.