/ Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis
Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional. Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.
“Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang oleh sinergi berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000 ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan dikelola dengan model bisnis yang kompetitif.
Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo meyatakan bahwa kerja sama antara Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir.
“Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan berkualitas” lanjut Hernowo.
Rekam Jejak Global: Menembus Pasar Amerika Serikat
Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton pada Februari 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional.
Percepatan Industrialisasi Nasional
Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.
Sebagai informasi, penandatanganan LTSA ini dilakukan oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo, dan President Director PT Tata Metal Lestari, Stephanus Bagus Pambudi Koeswandi, pada Rabu (7/1) di Jakarta.