/ Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya
Kereta yang bersih menjadi salah satu faktor yang mendukung kenyamanan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik proses pencucian kereta LRT Jabodebek, terdapat sistem yang dirancang untuk menjaga kebersihan armada sekaligus mengoptimalkan penggunaan air melalui proses pengolahan dan pemanfaatan kembali.
LRT Jabodebek menggunakan Automatic Train Wash Plant (ATWP), yaitu sistem pencucian kereta otomatis yang dilengkapi dengan Water Treatment Plant (WTP) untuk mengolah air bekas pencucian sebelum digunakan kembali. Melalui sistem ini, air tidak langsung dibuang setelah digunakan, tetapi terlebih dahulu melewati serangkaian proses pengolahan sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk proses pencucian berikutnya.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa kebersihan kereta merupakan bagian dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Di sisi lain, proses perawatannya juga terus diarahkan agar dilakukan secara lebih efisien dan memperhatikan aspek lingkungan.
“Pengguna tentu menginginkan kereta yang bersih dan nyaman setiap kali melakukan perjalanan. Karena itu, kami tidak hanya memastikan kebersihan armada tetap terjaga, tetapi juga berupaya agar proses perawatannya dilakukan secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali air hasil pengolahan,” ujar Radhitya.
Pada proses pencucian, rangkaian kereta melintas melalui tujuh tahapan pembersihan yang terdiri atas penyemprotan air, penyemprotan deterjen, penyikatan, pembilasan, hingga tahap akhir menggunakan air demineralisasi. Seluruh proses tersebut berlangsung secara otomatis dengan waktu sekitar dua menit untuk satu rangkaian kereta sepanjang kurang lebih 100 meter. Sistem akan mulai bekerja ketika sensor mendeteksi kereta melaju dengan kecepatan di bawah 5 kilometer per jam, sehingga proses pencucian berlangsung secara presisi dan konsisten.
Yang menarik, air bekas pencucian tidak langsung dialirkan ke saluran pembuangan. Air terlebih dahulu melewati proses pemisahan lumpur dan oli di Ground Water Tank (GWT), kemudian disaring menggunakan Membrane Bioreactor (MBR) sebelum ditampung di Recycle Water Tank untuk dimanfaatkan kembali sebagai air pencucian. Sementara itu, air yang akan dibuang ke lingkungan terlebih dahulu melalui proses penetralan pH agar memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain mendukung pengelolaan air yang lebih efisien, penggunaan sistem pencucian otomatis juga membantu mempercepat proses perawatan eksterior kereta. Dengan waktu pencucian yang lebih singkat, rangkaian kereta dapat kembali dipersiapkan untuk mendukung operasional sesuai jadwal.
“Inovasi pada proses perawatan sarana tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin berkualitas dan berkelanjutan. Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui kereta yang selalu bersih, nyaman, sekaligus dikelola dengan memperhatikan aspek lingkungan,” tambah Radhitya.
LRT Jabodebek juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sarana transportasi publik dengan tidak membuang sampah sembarangan di dalam kereta maupun area stasiun. Kolaborasi antara operator dan pengguna menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan transportasi publik yang nyaman, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.