/ USDJPY Mulai Masuk Tren Bearish, Dupoin Futures Soroti Level 156.937
Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih menjadi perhatian pasar di tengah perbedaan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Meskipun dolar AS masih memperoleh dukungan dari sikap hawkish Federal Reserve (The Fed), pergerakan USDJPY secara teknikal mulai menunjukkan potensi pembalikan setelah terbentuk pola Rising Wedge pada timeframe H4.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, USDJPY mulai memasuki tren bearish baru setelah membentuk pola Rising Wedge. Saat ini, harga sedang membentuk secondary trend sebagai bagian dari struktur tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan USDJPY masih berpotensi menghadapi tekanan apabila harga gagal melanjutkan kenaikan dan menembus resistance penting.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat level 158.029 sebagai resistance yang perlu diperhatikan. Apabila USDJPY gagal menembus level tersebut, pasangan mata uang ini berpotensi kembali mengalami pelemahan menuju support terdekat di 156.937.
Dengan demikian, pergerakan harga di sekitar 158.029 akan menjadi salah satu faktor teknikal penting untuk menentukan arah USDJPY dalam jangka pendek. Kegagalan menembus resistance tersebut dapat memperkuat struktur bearish yang terbentuk melalui pola Rising Wedge.
Dari sisi fundamental, USDJPY masih mendapatkan dukungan dari perbedaan kebijakan moneter AS dan Jepang. The Fed mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka ruang bagi pengetatan kebijakan lebih lanjut, sehingga dolar AS tetap memperoleh dukungan terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk yen Jepang.
Di sisi Jepang, Bank of Japan (BOJ) telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, keputusan tersebut belum memberikan dorongan kuat terhadap yen karena dua anggota dewan berbeda pendapat dan panduan BOJ dinilai belum memberikan sinyal yang cukup kuat mengenai kenaikan suku bunga berikutnya.
Reuters juga melaporkan bahwa setelah keputusan BOJ, dolar AS sempat menguat hingga 158,05 yen. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga BOJ belum otomatis menghasilkan penguatan yen, terutama ketika pasar masih melihat adanya perbedaan arah kebijakan dengan The Fed.
Selain kebijakan moneter, risiko intervensi pemerintah Jepang juga menjadi faktor penting bagi USDJPY. Pelemahan yen yang terlalu cepat dapat meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan langkah stabilisasi dari otoritas Jepang. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pergerakan yen telah memicu perhatian terhadap kemungkinan intervensi, termasuk setelah otoritas Jepang melakukan rate check yang biasanya menjadi salah satu indikasi awal sebelum intervensi pasar valuta asing.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas USDJPY apabila harga kembali mendekati level-level yang dianggap sensitif oleh pasar. Di satu sisi, ekspektasi kebijakan The Fed dapat menjaga permintaan terhadap dolar AS. Di sisi lain, ekspektasi kebijakan BOJ dan potensi intervensi Jepang dapat memberikan tekanan terhadap USDJPY.
Menurut Dupoin Futures, pelaku pasar perlu memperhatikan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut sebelum menentukan arah perdagangan. Dari perspektif teknikal, resistance 158.029 menjadi level kunci. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, potensi pelemahan menuju support 156.937 masih terbuka.
Dengan demikian, prediksi USDJPY hari ini menunjukkan peluang terbentuknya tekanan bearish apabila pasangan mata uang tersebut gagal menembus resistance 158.029. Sementara itu, arah dolar AS, ekspektasi kebijakan The Fed, komunikasi BOJ, serta perkembangan terkait potensi intervensi yen akan menjadi katalis penting yang dapat menentukan volatilitas USDJPY selanjutnya.