/ Akses Jalan Terdampak Bencana di Sumatera Utara Berangsur Fungsional
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas antarwilayah menjadi fokus utama penanganan pascabencana.
“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujar Menteri Dody.
Berdasarkan data monitoring lapangan hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, Kementerian PU telah menangani kerusakan infrastruktur di berbagai titik bencana. Penanganan meliputi pembersihan material di 263 titik longsoran tebing, perbaikan pada 65 titik jalan amblas, serta penanganan genangan banjir di 28 titik yang kini telah surut sepenuhnya. Selain itu, dari total titik jalan putus yang teridentifikasi, 14 titik telah fungsional kembali, dan 7 jembatan yang rusak telah dapat dilalui.
Progres signifikan terlihat pada koridor vital Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km yang kini telah terhubung sepenuhnya. Meski demikian, Kementerian PU masih melakukan penyempurnaan jalur sementara (detour) guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, koridor Batangtoru–Singkuang juga sudah dapat dilalui kendaraan ringan, dengan pengerjaan penimbunan dan pemadatan agregat yang terus dikebut di tengah tantangan cuaca hujan.
Untuk konektivitas di jalur Sibolga–Batangtoru, Kementerian PU telah menyelesaikan pemasangan jembatan darurat (bailey). Jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan bentang 44 meter di Sungai Garoga 3 kini sudah beroperasi secara fungsional.
Namun, Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, khususnya pada segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang. Ruas ini masih terputus akibat longsoran tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah yang belum stabil, sehingga penanganan darurat belum memungkinkan.
Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU telah merencanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan di lokasi tersebut. Untuk sementara waktu, akses Tarutung–Sibolga dialihkan melalui jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan khusus bagi kendaraan kecil.
Di Sumatera Utara, ruas yang terkena dampak terberat adalah Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan total 176 titik kerusakan, dan ruas Tarutung–Sipirok dengan 55 titik. Dari total 23 lokasi jalan putus di seluruh wilayah terdampak, 17 titik kini telah berhasil difungsikan kembali, sementara satu titik pada Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia jembatan duplikasi.
Guna mempercepat seluruh proses pemulihan ini, Kementerian PU telah memobilisasi 137 unit alat berat ke berbagai lokasi bencana. Armada tersebut terdiri dari loader, excavator, backhoe loader, vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flat bed truck, hingga truk logistik.
Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan intensif dan penanganan lanjutan hingga seluruh jaringan jalan dan jembatan di Sumatera Utara kembali aman dan andal sepenuhnya bagi masyarakat.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak