VRITIMES
ID
Raise It With Press Release
TechnologyCommerce / LifestyleFood / BeverageEducationReal Estate / Architecture
Garansi Publikasi di 100 Media Hanya Rp449k Rp390k (hingga 31 Juli 2024) atau Uang Kembali. Dapatkan Sekarang!
Try it >>
press release

/ Perempuan Rembang: Melangkah Menuju Perikanan Berkelanjutan di Jawa Tengah

Perempuan Rembang: Melangkah Menuju Perikanan Berkelanjutan di Jawa Tengah

Coral Triangle Center
Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sekelompok perempuan mengadvokasi perikanan kepiting yang lebih berkelanjutan di Jawa Tengah dan memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB di Indonesia.

Bulan Juni yang lalu, Indonesia merayakan Hari Segitiga Terumbu Karang yang jatuh pada tanggal 9 Juni dengan tema “Menyeimbangkan Konservasi dan Ekonomi Biru” yang juga mengakui peran penting perempuan dalam konservasi sumber daya perikanan dan kelautan. Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sekelompok perempuan mewujudkan tema ini saat mereka mengadvokasi perikanan rajungan yang lebih berkelanjutan di Jawa Tengah. 

Rajungan yang dibeli dari tempat pendaratan ikan di Desa Gedongmulyo, Rembang, Jawa Tengah Foto: Adam Putra/CTC
Rajungan yang dibeli dari tempat pendaratan ikan di Desa Gedongmulyo, Rembang, Jawa Tengah Foto: Adam Putra/CTC

Sebagaimana layaknya perempuan nelayan dan istri nelayan di Indonesia, mereka yang terlibat dalam perikanan rajungan di Kabupaten Rembang, provinsi Jawa Tengah, juga memegang peran penting dalam mendukung suami mereka dalam tahap persiapan dan pasca penangkapan perikanan rajungan. Hal ini mencakup penyiapan kebutuhan penangkapan ikan, pemasangan umpan pada bubu, melepaskan rajungan dari jaring, perbaikan jaring, serta pengolahan dan penjualan rajungan serta produk olahan lainnya. Namun, para perempuan ini melakukan upaya lebih dengan mengadvokasi perikanan rajungan berkelanjutan melalui berbagai cara. Mereka memadukan tugas tersebut dengan tugas rumah tangga dengan tetap menjaga cita-cita masa depan anak-anak mereka. 

Tri Asih, biasa disapa Asih, mengungkapkan, “Materi yang paling saya sukai dari pelatihan CTC adalah ekologi rajungan karena relevan bagi saya sebagai istri seorang nelayan rajungan. Saya juga mengajari suami saya mengapa kita tidak boleh menangkap rajungan kecil dan rajungan yang bertelur untuk memastikan kelestariannya. Kursus tentang komunikasi juga sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saya sehari-hari. Sekarang saya merasa percaya diri untuk berbicara bahkan dengan orang-orang dari luar desa tentang rajungan. Jika kedepannya CTC akan mengadakan lebih banyak pelatihan untuk kami, kami juga ingin mempelajari hal-hal baru, seperti bagaimana memberdayakan diri untuk menyuarakan pendapat dan mendidik anak-anak kami untuk melanjutkan pendidikan tinggi agar mereka dapat memiliki kehidupan yang lebih baik”. 

Lima local champions kegiatan Pelatihan CTC di Desa Gedongmulyo, Rembang, Jawa Tengah Foto: Adam Putra/CTC
Lima local champions kegiatan Pelatihan CTC di Desa Gedongmulyo, Rembang, Jawa Tengah Foto: Adam Putra/CTC

Para perempuan tersebut merupakan alumni dari serangkaian pelatihan yang diselenggarakan oleh Coral Triangle Center (CTC) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang sejak tahun 2023. Program pelatihan ini bertujuan untuk membangun kapasitas perempuan yang terlibat dalam perikanan rajungan untuk menjadi juara lokal (atau local champions) di provinsi Jawa Tengah. Program pelatihan tersebut mencakup topik antara lain: penangkapan ikan berkelanjutan yang khususnya berfokus pada rajungan, membangun bisnis lokal yang berkelanjutan dari sumber daya lautnya, dan memperkuat peran kepemimpinan mereka sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan di komunitas mereka. Lebih jauh diharapkan para perempuan dapat berperan dalam pengelolaan di tingkat provinsi. Pada bulan April tahun ini, tujuh dari perempuan pelopor ini bergabung dengan 30 pemimpin perempuan lainnya dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pertukaran Pembelajaran Perempuan Indonesia untuk Perikanan dan Konservasi Laut di Bali. 

Pelatihan Kepemimpinan untuk Perempuan Nelayan Rajungan Desa Gedongmulyo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Foto: Nadia Qurotha/CTC
Pelatihan Kepemimpinan untuk Perempuan Nelayan Rajungan Desa Gedongmulyo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Foto: Nadia Qurotha/CTC

Nur Chriswatun Nida berujar, “Saya tidak pernah bermimpi untuk terlibat dalam kegiatan seperti ini. Setelah dua tahun (perencanaan), kegiatan learning exchange akhirnya terlaksana. Saya sangat menghargai pengalaman tersebut, mulai dari terbang ke Bali dengan pesawat hingga bertemu, berbagi pengalaman, dan menjalin pertemanan baru dengan begitu banyak perempuan inspiratif dari berbagai penjuru Indonesia. Saya membawa pulang apa yang saya pelajari dan mencoba menerapkannya. Saya juga menantikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara dan pelatihan CTC di masa depan”. 

Membangun kapasitas pemimpin perempuan di Rembang selaras dengan salah satu strategi pelatihan Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia yang bertujuan untuk menjamin kesetaraan peluang dan peran perempuan dalam rantai pasokan perikanan tangkap seperti rajungan di provinsi Jawa Tengah. Program peningkatan kapasitas utama untuk meningkatkan keterampilan perempuan mencakup teknologi perikanan dan metode produksi serta manajemen keuangan dan pemasaran. 

Perempuan nelayan rajungan yang sudah dilatih oleh CTC memimpin pelatihan di Desa Gegunung Wetan, Rembang Jawa Tengah Foto: Silvia Timotius/CTC
Perempuan nelayan rajungan yang sudah dilatih oleh CTC memimpin pelatihan di Desa Gegunung Wetan, Rembang Jawa Tengah Foto: Silvia Timotius/CTC

Sebagai pelatih, para perempuan ini, berbekal keterampilan dan pengetahuan baru, akan melatih, memberdayakan, dan membantu sesama perempuan nelayan dan istri nelayan yang terlibat dalam perikanan rajungan di Kabupaten Rembang dalam meningkatkan penghidupan mereka serta meningkatkan partisipasi dan akses pasar. 

Margiati, salah satu perempuan nelayan, dengan bangga mengatakan bahwa ia telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbagi apa yang telah ia pelajari kepada orang lain, mulai dari mengajak mereka belajar, berbagi informasi tentang rajungan saat kegiatan baca Al-Qur'an perempuan, dan mengajar siswa PAUD dimana ia bekerja tentang pentingnya rajungan dan habitat yang sehat di desa. 

Memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, mereka juga menginisiasi berbagai kegiatan seperti bersih-bersih desa secara berkala, membuka usaha kecil-kecilan baru, membangun tempat pembuangan sampah sederhana dengan menggunakan bambu dan terpal yang tersedia, dan yang terpenting, meningkatkan kesadaran akan pentingnya rajungan dan habitatnya yang sehat serta penggunaan alat tangkap yang berkelanjutan. 

Ibu Asih, salah satu local champions perempuan nelayan rajungan, memperbaiki jaring yang digunakan untuk menangkap ikan Foto: Adam Putra/CTC
Ibu Asih, salah satu local champions perempuan nelayan rajungan, memperbaiki jaring yang digunakan untuk menangkap ikan Foto: Adam Putra/CTC

Sangatlah penting untuk mengapresiasi bagaimana para pelatih perempuan ini secara efektif mengkomunikasikan pesan-pesan penting tentang praktik penangkapan rajungan sekaligus meningkatkan penghidupan mereka. Kisah sukses tersebut akan menjadi pembelajaran bagi perempuan nelayan rajungan di daerah lain dan masyarakat pesisir pada umumnya. 

Kerangka Ekonomi Biru Indonesia mengutip UN Women yang mengatakan bahwa 37%, berbeda dengan 10% data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dari 12,2 juta orang yang bekerja di sektor ekonomi biru di Indonesia adalah perempuan. Terlepas dari perbedaan data yang ada, peran perempuan di sektor ini sangatlah penting karena sebagian besar sector perikanan rajungan masih merupakan usaha skala kecil. Oleh karena itu, peran mereka dalam pertumbuhan sektor ekonomi biru Indonesia di masa depan yang juga akan bermanfaat bagi komunitas nelayan. 

Meskipun program pelatihan CTC telah selesai tahun lalu, pembelajaran dan inspirasi untuk menjadi panutan tetap terpatri kuat di antara para pelatih perempuan ini. Mereka telah mendapat kesempatan untuk menginspirasi perempuan lain saat memberi pelatihan ke perempuan di lima desa lain dengan membawakan materi business model canvas (BMC) dan ekologi rajungan. Para pelatih perempuan tersebut mengungkapkan harapan yang sama: Mereka merasa masih banyak pengetahuan dan keterampilan baru yang ingin mereka pelajari, seperti metode perikanan rajungan berkelanjutan dengan menggunakan apartemen kepiting. Mereka juga mendesak penegakan hukum oleh pihak berwenang untuk mengatasi masalah limbah dan penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan untuk mencapai perikanan rajungan berkelanjutan di kabupaten tersebut. 

Pengalaman CTC selama dua tahun melaksanakan program peningkatan kapasitas bagi perempuan yang terlibat di perikanan rajungan di Kabupaten Rembang, membuktikan bahwa saat dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan, mereka dapat menjadi agen perubahan. Memperkuat peran perempuan dan mendorong kesetaraan gender dalam perikanan rajungan selaras dengan arah kebijakan Indonesia untuk mencapai ekonomi biru di Indonesia. P

Proses pengupasan yang dilakukan oleh perempuan nelayan rajungan di Rembang, Jawa Tengah Foto: Adam Putra/CTC
Proses pengupasan yang dilakukan oleh perempuan nelayan rajungan di Rembang, Jawa Tengah Foto: Adam Putra/CTC

Dr. Hesti Widodo, Manager Program Senior CTC mengatakan, “Perempuan nelayan merupakan kontributor penting dalam rantai pasokan perikanan, yang terlibat dalam setiap tahap mulai dari penangkapan ikan hingga pemrosesan produk pascapanen. Sangatlah mendasar untuk mengenali dan mengatasi hambatan yang menghalangi perempuan nelayan untuk menyuarakan ide dan mengambil keputusan mengenai pengelolaan sumber daya laut seperti rajungan. Sangat penting untuk memberdayakan kelompok ini secara proaktif sejak awal implementasi program, dengan menggunakan strategi yang secara aktif mendorong partisipasi mereka dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan, yang pada akhirnya memastikan bahwa pengambilan keputusan bersifat inklusif”. 

Rajungan menempati urutan ketiga produk perikanan ekspor terpenting setelah tuna dan udang di Indonesia, memberikan kontribusi $308,827,461 (USD) terhadap PDB nasional, dan menyerap sekitar 90,000 nelayan dan 185,000 pengupas rajungan. Rajungan tangkap dan budi daya perairan rajungan juga merupakan satu dari delapan sektor prioritas dalam Kerangka Pembangunan Ekonomi Biru Indonesia 2023-2045 dimana perhatian khusus diberikan pada peran perempuan dalam ekonomi biru. 

About Coral Triangle Center
TENTANG CORAL TRIANGLE CENTER  Coral Triangle Center (CTC) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berpusat di Indonesia dengan lingkup regional dan dampak global. Didirikan pada tahun 2010, CTC bekerjasama dengan masyarakat lokal, sektor swasta, pemerintah, dan mitra untuk memperkuat pengelolaan sumber daya laut di kawasan Segitiga Terumbu Karang untuk melindungi ekosistem terumbu karang, penghidupan berkelanjutan dan ketahanan pangan.  Kami mendukung program konservasi dilapangan melalui situs-situs pembelajaran di Bali, Maluku, dan juga di Timor-Leste. Kami memimpin jaringan pembelajaran para pemimpin perempuan, eksekutif pemerintah daerah, dan praktisi kawasan perlindungan laut di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste. CTC memperluas jangkauannya melalui Pusat Konservasi Laut di Bali sebagai pusat pelatihan konservasi laut terpadu dan kegiatan penjangkauan, pameran interaktif, dan pertunjukan seni dan budaya untuk menginspirasi banyak orang untuk melindungi dan menjaga laut kita dan seluruh makhluk hidup yang bergantung padanya.  Kami di CTC terus berupaya mencapai tujuan kami untuk menginspirasi orang agar peduli terhadap lautan. Sejak didirikan pada tahun 2010 hingga tahun 2023, kami telah melindungi lebih dari 435.000 hektar habitat laut penting. Kami telah melatih lebih dari 7.600 orang untuk mendukung kawasan perlindungan laut dan pengelolaan perikanan berkelanjutan di seluruh kawasan Segitiga Terumbu Karang. Lebih dari 20.000 orang telah mengunjungi Pusat Konservasi Laut kami, dan banyak diantaranya terinspirasi untuk mengambil tindakan langsung untuk melindungi lautan kita.  Informasi lebih lanjut di www.coraltrianglecenter.org 
Contact
Leilani Gallardo Regional Communications Coordinator  lgallardo@coraltrianglecenter.org  Hesti Widodo  Senior Program Manager  hwidodo@coraltrianglecenter.org 

Categories
Environment / SGDs / RecyclingAgriculture / Forestry / Fisheries

Coral Triangle Center
URL
Industry
Technology
Weekly Release Ranking
May 24, 2023 2023
Mengenal Detail Pondasi untuk Konstruksi Rumah
Tokban
VRITIMES Video
vritimes na euvritimes jpFree consultationManual Ebook IndonesiaPR College