About us
VriTimes
Indonesia
Jasa Distribusi Press Release
press release

/ Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban: Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–India di New Delhi

Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban: Penguatan Hubungan Budaya Indonesia–India di New Delhi

Embassy of India Jakarta
Share
preview

Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke India dalam rangka perayaan Hari Republik India ke-76 menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. Dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon mewakili Indonesia dalam penandatanganan Program Pertukaran Budaya (Cultural Exchange Program) 2025–2028 bersama Menteri Kebudayaan India, Shri Gajendra Singh Shekhawat. Program tersebut memperluas kerja sama di bidang seni, konservasi, sejarah, museum, film, serta pertukaran pemuda, melanjutkan relasi budaya yang telah terjalin sejak 1955.

Di tengah berbagai kerjasama kebudayaan yang berlangsung, salah satu kegiatan yang turut menandai kedekatan historis kedua negara adalah penyerahan replika Prasasti Tembaga Nalanda kepada delegasi Kementerian Kebudayaan Indonesia. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diadakan selama penyelenggaraan UNESCO IGC 20th Committee Meeting.

Penyerahan Replika Prasasti Tembaga Nalanda

Pada 9 Desember 2025, Kementerian Kebudayaan Pemerintah India menyerahkan replika Prasasti Tembaga Nalanda kepada pejabat senior Kementerian Kebudayaan Indonesia dalam sebuah upacara resmi di National Museum, New Delhi. Meskipun bukan kegiatan utama dari kunjungan Presiden, acara ini menghadirkan nilai simbolis yang kuat, karena mengangkat kembali hubungan intelektual dan spiritual yang telah terjalin antara Nalanda Mahavihara dan Suvarnadvipa (Sumatra) sejak abad ke-9.

Replika tersebut akan dipamerkan di Museum Muarajambi, memperkaya koleksi yang menegaskan keterhubungan warisan sejarah Indonesia dan India.

Upacara Resmi di National Museum India

National Museum, New Delhi, dan dipimpin oleh DGNM Sh. Gurmeet Chawala sebagai tuan rumah. Acara ini dihadiri oleh sejumlah delegasi, antara lain Sh. Prashant Agarwal selaku Additional Secretary (South MEA), Smt. Lily Pandeya sebagai Joint Secretary Culture India, serta Sh. Raden Usman Effendi, Director of Cultural Diplomacy dari Kementerian Kebudayaan Indonesia.

Dalam sambutannya, tuan rumah menegaskan bahwa Prasasti Tembaga Nalanda merupakan salah satu bukti sejarah terpenting yang menunjukkan bahwa hubungan Indonesia–India tidak hanya terbangun melalui kerja sama modern, tetapi berakar pada hubungan kuno yang kaya nilai intelektual dan spiritual.

Sejarah Prasasti Tembaga Nalanda

Prasasti Tembaga Nalanda berasal dari Kekaisaran Pala (sekitar 860 M) dan dikeluarkan oleh Raja Devapaladeva. Dokumen ini mencatat pemberian lima desa kepada Nalanda Mahavihara untuk mendukung kegiatan para bhikkhu dan penulisan teks-teks ajaran Buddha.

Pemberian ini merupakan respons terhadap permintaan Maharaja Balaputra Deva dari Suvarnadvipa (Sumatra), yang mengirimkan duta untuk memperkuat hubungan pendidikan dan spiritual antara Nusantara dan India. Prasasti ini merupakan bukti langsung dari jejaring intelektual Asia pada masa itu.

Prasasti asli kini dipamerkan di National Museum India sebagai salah satu koleksi paling berharga.

Detail Penting Prasasti Tembaga Nalanda

Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Eastern Nagari atau Siddhamatrika dalam bahasa Sanskrta. Pada bagian atasnya terdapat segel dharmachakra yang diapit dua rusa, simbol penting dalam ajaran Buddha. Prasasti diterbitkan dari kawasan Madgagiri atau Monghyr pada masa itu.

Isi prasasti menyebutkan bahwa Raja Devapaladeva memberikan lima desa Nandivanaka, Manivataka, Natika, Hastigrama, dan Palamaka kepada Nalanda Mahavihara sebagai dukungan bagi para bhikkhu dan kegiatan penulisan naskah-naskah dharma. Dokumen ini juga memuat nama Balavarmman, utusan dari Suvarnadvipa yang menjalankan misi diplomatik atas permintaan Maharaja Balaputra Deva. Prasasti bertanggal hari ke-21 bulan Kartika pada tahun ke-39 pemerintahan Raja Devapaladeva.

Warisan Kuno yang Menguatkan Kolaborasi Masa Kini

Penyerahan replika Prasasti Tembaga Nalanda pada 9 Desember 2025 bukti menambah kedalaman makna dari rangkaian kegiatan budaya Indonesia–India tahun ini. Kehadiran replika tersebut di Museum Muarajambi kelak akan menjadi pengingat bahwa hubungan kedua negara berakar pada interaksi peradaban yang panjang dan bahwa kerja sama masa kini dibangun di atas fondasi warisan sejarah yang kokoh.

Bagaimana kalau mencoba VRITIMES?
VRITIMES adalah platform distribusi press release yang digunakan oleh lebih dari 5,000 perusahaan. Distribusi dapat dilakukan dengan Rp499k dan ada jaminan penayangan di 100 media.
Other Press Release
STEM (Science, Tech, Engineering, Math)
Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan
Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan

International activity
Bayi Orangutan yang Diselamatkan di India Dipulangkan ke Indonesia, Lima Lainnya Menyusul
Bayi Orangutan yang Diselamatkan di India Dipulangkan ke Indonesia, Lima Lainnya Menyusul

Arts and Culture
Shakti India-Indonesia Dance Showcase Satukan Dua Budaya melalui Seni Tari
Shakti India-Indonesia Dance Showcase Satukan Dua Budaya melalui Seni Tari

System / Website / Application development
ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis
ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

Artificial Intelligence / AI
Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia
Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Sports
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

International activity
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia