About us
VriTimes
Indonesia
Jasa Distribusi Press Release
press release

/ Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

Universitas Pelita Harapan
Share
KEYSTONE 2026: ‘Becoming A Leader People Want to Follow’, program pembekalan kepemimpinan tingkat dasar bagi mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH). Digelar pada 4 September 2026 di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200 mahasiswa baru UPH dari berbagai fakultas angkatan 2026.
preview

Menjadi pemimpin bukan hanya tentang kemampuan mengarahkan orang lain. Sebelum memimpin tim, organisasi, atau komunitas, seorang pemimpin perlu terlebih dahulu mampu mengenali, mengelola, dan mengembangkan dirinya sendiri. Pesan inilah yang menjadi benang merah KEYSTONE 2026: ‘Becoming A Leader People Want to Follow’, program pembekalan kepemimpinan tingkat dasar bagi mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH). Digelar pada 4 September 2026 di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200 mahasiswa baru UPH dari berbagai fakultas angkatan 2026.

Melalui tayangan video, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan diri dan mulai membangun pengalaman kepemimpinan.

“Tidak pernah saya bayangkan, saya orang desa, tetapi sampai memimpin organisasi di Australia, perusahaan asal Amerika, perusahaan BUMN, hingga di lingkungan kementerian. Itu semua saya sudah jalani. Di mana mulainya? Pada waktu mahasiswa. Oleh karena itu, saya mendorong saudara-saudara untuk memanfaatkan kesempatan belajar kepemimpinan ini dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di kalangan mahasiswa,” pesannya.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan melalui empat sesi yang mengajak mahasiswa memulai perjalanan kepemimpinan dari diri sendiri, mulai dari mengenal diri, mengelola emosi, membangun kebiasaan, hingga memahami bagaimana talenta dan kehidupan dapat digunakan untuk memberi dampak bagi orang lain.

Mengenal Diri sebagai Langkah Awal Memimpin

Perjalanan kepemimpinan dimulai melalui sesi ‘Who Am I Becoming?’ yang dibawakan Youry Royke P. Timbuleng, S.Sos., M.Div., M.Th., CPHCM., Manager of Spiritual Growth, Mentoring & Student Engagement UPH. Menggunakan ilustrasi benih dan tanaman, Youry mengajak mahasiswa memahami bahwa setiap orang memiliki potensi yang perlu dikembangkan, bukan hanya dalam kemampuan, tetapi juga dalam karakter.

Mengawali paparan, ia memperkenalkan konsep perjalanan kepemimpinan di UPH (UPH Leadership Journey), yakni  SOTO, yaitu Lead Self, Lead Others, Lead Teams, dan Lead Organization.  

“Menjadi seorang pemimpin diawali dengan mampu memimpin diri sendiri (Lead Self). Hal ini yang mendorong kita untuk menjawab pertanyaan ‘Who Am I Becoming?’. Pertanyaan ini bukan sekadar ‘Saya nanti mau jadi seperti apa? Gelar apa yang akan saya pakai? IPK saya berapa? Namun terpeting itu adalah karakter,” ucapnya.

Untuk mendukung proses Lead Self, mahasiswa diperkenalkan dengan lima kebiasaan melalui akronim HEART: Hunger for Wisdom, Expect the Best, Accept Responsibility, Respond with Courage, dan Think Other First. Kelima kebiasaan tersebut menjadi dasar untuk membangun karakter dan cara berpikir yang diperlukan dalam perjalanan kepemimpinan.

Setelah memahami Lead Self dan kebiasaan yang menjadi fondasinya, mahasiswa diajak merefleksikan perjalanan pribadi melalui sesi ‘Life Mapping’. Dalam sesi ini, mahasiswa melihat kembali pengalaman di masa lalu, memahami kondisi diri saat ini, serta menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan.

“Setiap mahasiswa punya kesempatan untuk menentukan perjalanan masing-masing. Karena itu, manfaatkan masa empat tahun di UPH bukan hanya untuk menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga untuk mencoba hal-hal baru, terlibat dalam berbagai kegiatan, membangun relasi, dan mengembangkan karakter,” ujar Youry.

Mengelola Diri, Bukan Sekadar Mengendalikan Emosi

Kemampuan memimpin diri juga berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami dan merespons emosinya. Hal ini dibahas Krishervina Rani Lidiawati, M.Psi., Psikolog., Dosen Fakultas Psikologi UPH, melalui sesi ‘Managing Emotions Well’.

Emotions are data, not commands. Ketika kamu sedang marah, bukan berarti kamu harus langsung gebrak meja atau mengeluarkan kata-kata kasar. Emosi hanya memberikan informasi tentang apa yang sedang kita rasakan,” jelasnya.

Karena itu, mahasiswa diajak untuk tidak langsung bereaksi ketika menghadapi situasi emosional. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah STOP, yaitu Stop, Take a Breath, Observe, dan Proceed with Wisdom. Metode ini mengajak mahasiswa berhenti sejenak, mengatur napas, mengamati situasi dan emosi yang dirasakan, lalu menentukan respons secara bijaksana.

“Jangan mengambil keputusan ketika kalian terlalu senang, terlalu sedih, terlalu kesal, atau terlalu apa pun. Tenangkan diri, kembali normal dulu, baru mengambil sebuah keputusan. Ini adalah skill yang perlu kita miliki untuk bisa meregulasi emosi,” ujarnya.

Membangun Kebiasaan untuk Bertumbuh

Perspektif mahasiswa aktif turut memperkaya pembahasan melalui sesi ‘Panel Talk: Habits for Success’ bersama Vanessa Putri Gunawan, Mahasiswi Kedokteran angkatan 2024 sekaligus Koordinator Ambassadors of UPH (AoU) periode 2026-2027 dan Gracela Indah Stephani, Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang juga Ketua MC Hunt UPH periode 2025-2026. Sesi ini dipandu Catherine Setiawati Anderson, Mahasiswi Psikologi 2024 yang saat ini menjabat sebagai Ketua BEM UPH periode 2026–2027.

Vanessa membagikan kebiasaan yang membantunya menghadapi berbagai tantangan, yaitu berhenti mengeluh. Menurutnya, tidak semua keadaan maupun orang lain dapat dikendalikan. Karena itu, energi dan waktu perlu diarahkan pada hal-hal yang berada dalam kendali diri.

“Saya enggak bisa mengontrol keadaan bahkan orang lain. Namun yang bisa saya kontrol adalah diri saya sendiri. Sejak saya mengimplementasikan pemikiran berhenti mengeluh, semuanya jadi lebih lancar. Karena ketika mengeluh, berarti menghabiskan energi untuk mengeluh. Padahal, energi dan waktu itu bisa kita gunakan untuk menyelesaikan tugas dengan lebih baik,” ungkap Vanessa.

Sementara itu, Gracela membagikan pengalamannya saat pertama kali bergabung dalam organisasi dan mendapat kesempatan menjadi MC di UPH Talent Show 2023. Meski sempat merasa takut dan tidak percaya diri, kesempatan tersebut justru menjadi pengalaman yang membentuk keberaniannya.

“Terkadang kita tidak harus menjadi yang paling baik atau merasa harus menunggu sampai benar-benar siap. Ketika ada kesempatan, ambillah. Jangan selalu berkata, ‘Aduh, nanti saja, Kak. Aku belum siap,’ atau ‘Aduh, pressure banget. Takut dimarahin sama kakak tingkat.’ Coba hadapi dan jalani prosesnya. Di situlah mental kita dilatih dan dibentuk. Dari proses tersebut, kita juga bisa melihat sejauh mana diri kita sudah bertumbuh,” ujar Gracela.

Menjadi Pemimpin yang Berdampak

Sebagai penutup, Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, membawakan sesi ‘The Leader God is Forming in You’. Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh jabatan, prestasi, nilai akademik, maupun popularitas, tetapi oleh siapa diri mereka dan bagaimana Tuhan membentuknya.

“Pertanyaan penting dalam kepemimpinan adalah siapa saya dan untuk menjadi pribadi seperti apa Tuhan membentuk saya. Kita adalah image bearer, ciptaan Tuhan yang dibentuk untuk menjadi serupa dengan Kristus,” jelas Dr. Andry.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan sejati tercermin melalui sikap melayani dan bertanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan Tuhan. Karena itu, talenta, potensi, dan kesempatan yang dimiliki perlu dikembangkan dan digunakan untuk memberi manfaat bagi orang lain, bukan semata-mata mengejar pengakuan pribadi.

“Pemimpin yang sesungguhnya bukan mengejar kesuksesan pribadi, tetapi memberikan dampak dan kontribusi bagi sesama. Jangan hanya membangun karier, tetapi bangunlah kehidupan yang bermakna. Kita diciptakan, disiapkan, serta dibentuk untuk menjalani hidup yang berarti dan bermanfaat bagi sesama,” tutur Dr. Andry.

Melalui KEYSTONE 2026, mahasiswa diajak memahami bahwa perjalanan kepemimpinan dimulai dari memimpin diri sendiri dengan penuh tanggung jawab. Sebagai bagian dari rangkaian UPH Leadership Journey, KEYSTONE menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kepemimpinan melalui program lanjutan lainnya, seperti Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT), dan Living Stone. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari komitmen UPH menghadirkan pendidikan holistis berlandaskan Wawasan Dunia Kristen Reformed untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, serta membawa dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

About Universitas Pelita Harapan
Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan pada tahun 1994 di Tangerang, Indonesia, adalah universitas Kristen swasta yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Universitas ini dirancang oleh para pendirinya, yang dipimpin oleh Dr. James T. Riady, untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang berakar pada nilai-nilai Kristen, dengan tujuan membentuk lulusan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global. Selama bertahun-tahun, UPH telah memperluas program akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mendorong inovasi dan kepemimpinan melalui fasilitas modern serta kemitraan internasional. Saat ini, UPH diakui sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, berkomitmen pada pendidikan holistik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Contact
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan corporate.communication@uph.edu
Bagaimana kalau mencoba VRITIMES?
VRITIMES adalah platform distribusi press release yang digunakan oleh lebih dari 5,000 perusahaan. Distribusi dapat dilakukan dengan Rp499k dan ada jaminan penayangan di 100 media.
Other Press Release
Event
Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna
Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna

Event
Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa
Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa

Event
Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak
Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

Event
Apa Tujuan Universitas? UPH Ajak Mahasiswa Baru Melihat Kuliah Lebih dari Sekadar Gelar dan Karier
Apa Tujuan Universitas? UPH Ajak Mahasiswa Baru Melihat Kuliah Lebih dari Sekadar Gelar dan Karier

Event
Hidupi Makna Imago Dei, UPH dan DPP GRANAT Ajak Mahasiswa Baru Pilih Hidup Sehat Tanpa Narkotika
Hidupi Makna Imago Dei, UPH dan DPP GRANAT Ajak Mahasiswa Baru Pilih Hidup Sehat Tanpa Narkotika

Event
UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak
UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak