/ Lebih dari 5.900 Pengguna LRT Jabodebek telah Memanfaatkan Pos Kesehatan di Stasiun
Sebanyak 5.920 pengguna LRT Jabodebek tercatat memanfaatkan layanan pos kesehatan di seluruh stasiun sejak awal operasional pada 28 Agustus 2023 hingga 22 Januari 2026. Data tersebut menunjukkan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari layanan transportasi publik perkotaan yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa layanan pos kesehatan LRT Jabodebek tersedia di seluruh stasiun dan didukung oleh 29 paramedis dengan kompetensi pertolongan pertama. Fasilitas ini disiapkan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan ringan yang dialami pengguna selama berada di area stasiun maupun dalam perjalanan, seperti pusing, kelelahan, mual, dan kondisi sejenis.
“Sejak awal operasional, tercatat 5.920 pengguna telah mendapatkan layanan kesehatan di pos kesehatan di stasiun LRT Jabodebek. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran layanan Pos Kesehatan merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang tidak terpisahkan ” ujarnya.
Setiap pos kesehatan dilengkapi dengan obat-obatan dasar, alat pemeriksaan kesehatan seperti pengukur tekanan darah, serta peralatan pendukung berupa tandu dan kursi roda. Petugas kesehatan disiagakan selama jam operasional untuk memastikan penanganan cepat dan sesuai prosedur.
Apabila pengguna mengalami gangguan kesehatan saat berada di dalam kereta, mereka dapat melapor kepada Train Attendant dan/atau petugas yang berdinas. Selanjutnya, pengguna akan diarahkan ke pos kesehatan di stasiun terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
“Transportasi publik tidak hanya berfungsi mengantarkan pengguna ke tujuan, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman selama perjalanan, termasuk dari sisi kesehatan,” tambahnya.
Melalui penyediaan dan pemanfaatan pos kesehatan ini, KAI menegaskan komitmennya menghadirkan LRT Jabodebek sebagai transportasi publik perkotaan yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan riil pengguna.