/ Restrukturisasi Keuangan Perkuat Kinerja 2025: Krakatau Steel Catat Laba USD 339,6 Juta dan Penguatan Ekuitas
Laba bersih yang tercatat pada periode ini sebagian besar bersumber dari keuntungan buku (accounting gain) atas keberhasilan program restrukturisasi utang yang komprehensif. Perseroan mencatatkan pendapatan keuangan sebesar USD 519,92 juta dari proses restrukturisasi tersebut, termasuk laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) senilai USD 156,74 juta.
Amanah Transformasi dan Dukungan Stakeholders
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa hasil positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara serta kepercayaan para kreditur dan mitra bisnis.
"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar Djohan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penguatan Struktur Neraca dan Tata Kelola
Ketangguhan Krakatau Steel di tahun 2025 tidak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga terlihat jelas dari struktur neracanya yang kian sehat dan kokoh. Perseroan berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04% menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).
Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas Perseroan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat menjadi USD 725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun, sebuah indikator bahwa Krakatau Steel kini memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.
Melengkapi kesehatan finansial tersebut, Perseroan juga meneguhkan komitmennya pada aspek transparansi dan tata kelola. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari Auditor Independen. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa predikat WTM ini merupakan jaminan kepercayaan bagi seluruh pemegang saham maupun mitra bisnis.
"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," tutup Akbar Djohan.
Proyeksi Strategis dan Optimalisasi Portofolio Masa Depan
Menatap masa depan, Krakatau Steel memandang optimis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis Perseroan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, Perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan. Perseroan meyakini bahwa apabila kinerja seluruh unit JV menunjukkan tren positif—terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama—maka hal tersebut dipastikan akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan.
Sejalan dengan komitmen pada tata kelola yang lebih baik dan disiplin investasi yang ketat, Krakatau Steel terus melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan setiap kerja sama agar sejalan dengan arah bisnis jangka panjang. Keputusan ini diambil demi memperkokoh struktur keuangan serta memastikan bahwa setiap inisiatif bisnis mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi ekosistem bisnis Krakatau Steel dan seluruh pemangku kepentingan.