/ Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Kapasitas SDM & Sistem Kerja di LRT Jabodebek
Setiap hari, ribuan masyarakat mengandalkan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi utama menuju pusat aktivitas. Di balik kelancaran perjalanan tersebut, keselamatan kerja para petugas menjadi fondasi utama yang memastikan sistem berjalan andal dan aman bagi pengguna.
Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Kereta Api Indonesia melalui Divisi LRT Jabodebek menegaskan komitmennya terhadap penguatan budaya kerja aman sebagai bagian dari perlindungan keselamatan perjalanan publik. Komitmen ini ditandai melalui pelaksanaan Apel K3 di Kantor Divisi LRT Jabodebek, Senin, 19 Januari 2026.
Apel ini dipimpin oleh EVP LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, dan diikuti seluruh pekerja KAI Divisi LRT Jabodebek. Pada acara ini, turut diisi dengan penyerahan Simbolis Bendera K3, Kebijakan HSSE, dan UU Nomor 1 Tahun 1970 kepada pereakilan pekerja sebagai simbol penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja.
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”, KAI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang melibatkan seluruh unsur organisasi secara terintegrasi.
EVP LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, menyampaikan keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap proses kerja di LRT Jabodebek. Terlebih, jelasnya, bahwa operasional LRT Jabodebek merupakan layanan transportasi berbasis rel dengan menggunakan sistem otomatis.
“Keselamatan bukan sekadar target, tetapi cara berpikir dan bertindak. Di LRT Jabodebek, kami membangun budaya kerja aman dari hulu ke hilir, dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan,” ujar Suryawan.
Sepanjang tahun 2025, operasional LRT Jabodebek mencatat nihil kecelakaan kerja. Capaian ini menjadi indikator konsistensi penerapan K3 dalam aktivitas operasional berintensitas tinggi, mulai dari pemeriksaan sarana dan prasarana, pengendalian risiko kerja, hingga pelatihan dan simulasi keselamatan secara berkala.
Dalam sistem transportasi otomatis yang mengandalkan koordinasi antara manusia, teknologi, dan prosedur, pengelolaan risiko kerja menjadi bagian penting untuk mencegah gangguan yang berpotensi berdampak pada keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Sebagai penguatan komitmen, jajaran manajemen dan perwakilan unit kerja LRT Jabodebek juga melakukan penandatanganan Komitmen Keselamatan Bersama. Langkah ini menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh lini operasional.
“Keselamatan tidak hanya soal kepatuhan prosedur, tetapi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten. Budaya inilah yang menjaga keandalan layanan dan kepercayaan masyarakat,” tambah Suryawan.
Momentum Bulan K3 Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian tak terpisahkan dari kualitas pelayanan transportasi publik. Dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat, LRT Jabodebek berupaya memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung dengan aman dan nyaman.