/ Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko antara PT Krakatau Baja Konstruksi dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rampung di Awal 2026
Proyek ini memiliki arti penting karena tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran sistem penanganan dan pengangkutan batubara, tetapi juga mempertegas peran KBK dalam mendukung kebutuhan infrastruktur industri nasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi efektivitas operasional, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan kegiatan usaha di area proyek dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, KBK bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjalankan tahapan pekerjaan secara terintegrasi mulai dari engineering, procurement, hingga construction. Penyelesaian proyek pada awal 2026 mencerminkan komitmen para pihak dalam mencapai target pekerjaan sesuai rencana, sekaligus menjadi bukti keberhasilan kolaborasi dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung kebutuhan operasional sektor batubara secara lebih efisien dan andal.
Plt. Direktur Utama PT Krakatau Baja Konstruksi, Bobby Sumardiat Atmosudirjo, menyampaikan bahwa rampungnya proyek ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan industri nasional. “Penyelesaian Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko” ini menjadi bagian dari upaya KBK untuk terus menghadirkan solusi konstruksi dan fabrikasi yang andal, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan sektor strategis nasional,” ujarnya.
Keberhasilan penyelesaian proyek ini diharapkan semakin memperkuat posisi KBK sebagai mitra terpercaya dalam pembangunan infrastruktur industri, khususnya pada proyek-proyek strategis yang memerlukan kemampuan EPC yang terintegrasi. Dalam menjalankan peran tersebut.
Adapun KBK sebagai bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk /Krakatau Steel Group mendapat dukungan dari Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, "Penguatan KBK adalah langkah nyata kami dalam memperkokoh kedaulatan industri nasional. Melalui sinergi grup yang solid, kami berkomitmen untuk meminimalkan ketergantungan pada produk impor dan membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menjawab tantangan teknik sipil yang paling kompleks dengan presisi kelas dunia."
Sejalan dengan visi pertumbuhan global Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menegaskan,”Dalam lanskap bisnis global yang dinamis, KBK berperan sebagai mesin penggerak inovasi dalam ekosistem Krakatau Steel Group. Kolaborasi ini memastikan bahwa kami tetap kompetitif, adaptif, dan selalu terdepan dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi melalui penyediaan komponen baja konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Akbar menjelaskan bahwa peta jalan transformasi yang dijalankan Krakatau Steel Group saat ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama Krakatau Steel Group adalah mendukung akselerasi industrialisasi dan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan sektor baja sebagai fondasi utama Pembangunan untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.