About us
VriTimes
Singapore
Raise It With Press Release
PR College

/ Kesalahan dalam Menulis Press Release yang Harus Dihindari

Kesalahan dalam Menulis Press Release yang Harus Dihindari

PR College by VRITIMES
Share
Ketahui berbagai kesalahan dalam menulis press release yang harus dihindari agar konten lebih menarik, layak publikasi, dan efektif menjangkau media serta audiens.
preview

Kesalahan dalam Menulis Press Release—Dalam dunia public relations, press release menjadi salah satu alat komunikasi penting untuk menyampaikan informasi kepada media dan publik. Namun, tidak semua press release berhasil menarik perhatian jurnalis atau mendapatkan publikasi yang diharapkan. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya kesalahan dalam penulisan, mulai dari judul yang kurang menarik hingga isi yang tidak memiliki nilai berita. Oleh karena itu, memahami kesalahan dalam menulis press release yang harus dihindari menjadi langkah penting agar informasi yang disampaikan lebih efektif, profesional, dan memiliki peluang lebih besar untuk dilirik media.

Mengapa Press Release Harus Ditulis dengan Baik?

Press release harus ditulis dengan baik karena menjadi representasi resmi dari brand atau perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada media dan publik. Penulisan yang jelas, terstruktur, dan sesuai kaidah jurnalistik akan memudahkan jurnalis memahami isi berita serta meningkatkan peluang untuk dipublikasikan. Sebaliknya, press release yang kurang rapi atau tidak informatif cenderung diabaikan karena tidak memenuhi standar media.

Selain itu, kualitas penulisan juga berpengaruh terhadap citra dan kredibilitas brand. Press release yang profesional dapat membangun kepercayaan, menunjukkan keseriusan perusahaan, serta memperkuat positioning di mata publik. Dengan penyampaian yang tepat, pesan yang ingin disampaikan tidak hanya sampai, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas, baik dalam meningkatkan brand awareness maupun mendukung strategi komunikasi secara keseluruhan.

Kesalahan dalam Menulis Press Release

Agar press release dapat tersampaikan dengan baik, berikut kesalahan yang sebaiknya Anda hindari saat membuat press release : 

Judul Tidak Menarik atau Terlalu Panjang

Judul merupakan elemen pertama yang dilihat oleh jurnalis sebelum memutuskan untuk membaca lebih lanjut. Jika judul terlalu panjang, bertele-tele, atau tidak menarik, press release berisiko diabaikan sejak awal. Judul yang efektif sebaiknya singkat, jelas, dan mampu langsung menyampaikan inti berita. Selain itu, penggunaan kata yang kuat dan relevan juga dapat meningkatkan daya tarik serta peluang untuk dilirik media.

Tidak Memiliki Nilai Berita

Salah satu kesalahan paling umum adalah press release tidak memiliki nilai berita yang jelas. Informasi yang disampaikan harus memiliki unsur kebaruan, relevansi, atau dampak yang signifikan bagi publik. Tanpa adanya news value, press release akan dianggap kurang penting dan tidak layak dipublikasikan oleh media. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan memiliki alasan kuat untuk diberitakan.

Informasi Tidak Jelas atau Bertele-tele

Press release yang terlalu panjang tanpa struktur yang jelas akan menyulitkan jurnalis dalam memahami inti informasi. Penyampaian yang bertele-tele juga dapat membuat pembaca kehilangan fokus. Sebaiknya gunakan bahasa yang ringkas, langsung ke poin utama, dan susun informasi secara logis agar mudah dipahami dalam waktu singkat.

Tidak Mengikuti Struktur Jurnalistik

Press release seharusnya mengikuti kaidah jurnalistik, seperti penggunaan struktur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Jika struktur ini tidak diterapkan, informasi akan terasa tidak lengkap dan kurang profesional. Struktur yang baik membantu jurnalis menangkap inti berita dengan cepat serta mempermudah proses penyuntingan dan publikasi.

Kurangnya Data atau Fakta Pendukung

Press release yang tidak didukung data atau fakta akan terasa lemah dan kurang meyakinkan. Menyertakan data seperti angka, statistik, hasil riset, atau kutipan dari pihak terkait dapat meningkatkan kredibilitas informasi. Selain itu, data yang relevan juga membantu memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada publik.

Bahasa Terlalu Promosional

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penggunaan bahasa yang terlalu promosi atau berlebihan, seperti dalam iklan. Hal ini dapat membuat press release kehilangan objektivitas dan kurang diminati oleh media. Sebaiknya gunakan gaya bahasa yang informatif, netral, dan berbasis fakta agar lebih sesuai dengan standar jurnalistik.

Tidak Menyesuaikan dengan Target Media

Setiap media memiliki karakteristik, gaya penulisan, dan audiens yang berbeda. Press release yang tidak disesuaikan dengan target media akan terasa kurang relevan dan berpotensi ditolak. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis media yang dituju dan menyesuaikan isi serta gaya penulisan agar lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dampak Kesalahan dalam Press Release

Apabila membuat kesalahan dalam menulis press release, terdapat dampak dari kesalahan tersebut, berikut diantaranya : 

Sulit Mendapatkan Publikasi

Kesalahan dalam penulisan press release dapat membuat konten kurang menarik di mata jurnalis. Jika informasi tidak jelas, tidak memiliki nilai berita, atau tidak sesuai dengan standar media, kemungkinan besar press release akan diabaikan dan tidak dipublikasikan.

Menurunkan Kredibilitas Brand

Press release yang ditulis secara asal atau tidak profesional dapat memberikan kesan negatif terhadap brand. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan media maupun publik terhadap kualitas informasi yang disampaikan.

Pesan Tidak Tersampaikan dengan Baik

Struktur yang tidak jelas atau bahasa yang bertele-tele dapat membuat inti pesan sulit dipahami. Akibatnya, tujuan komunikasi tidak tercapai dan informasi yang ingin disampaikan menjadi kurang efektif.

Kehilangan Peluang Exposure

Press release yang tidak optimal akan kehilangan kesempatan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Padahal, publikasi di media dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan brand awareness dan visibilitas.

Tidak Efektif dalam Mendukung Strategi PR

Kesalahan dalam press release dapat membuat strategi public relations menjadi kurang maksimal. Tanpa komunikasi yang tepat, kampanye PR yang dijalankan tidak memberikan dampak yang signifikan.

Berpotensi Disalahartikan

Informasi yang tidak lengkap atau tidak jelas dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pembaca. Hal ini bisa berdampak pada persepsi negatif terhadap brand jika pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud sebenarnya.

VRITIMES : Jasa Distribusi Press Release dengan Garansi Tayang

VRITIMES adalah jasa distribusi press release profesional yang membantu perusahaan, brand, maupun organisasi dalam menyebarkan informasi ke berbagai media online terpercaya. Dengan sistem garansi tayang, VRITIMES memastikan setiap press release yang didistribusikan benar-benar dipublikasikan, sehingga pesan dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara efektif.

Didukung oleh jaringan media digital yang luas serta proses distribusi yang terstruktur, layanan VRITIMES membantu meningkatkan brand awareness, memperkuat kredibilitas bisnis, serta mendukung strategi SEO melalui publikasi di media online. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan komunikasi, seperti peluncuran produk, pengumuman perusahaan, hingga kampanye PR yang membutuhkan eksposur maksimal.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi VRITIMES.

Ready to try VRITIMES?
VRITIMES is a press release distribution platform used by 5,000+ companies. Distribution starts from S$50 with guaranteed publication in 20 media.