VriTimes
United States
Raise It With Press Release
About us
VriTimes
United States
Raise It With Press Release
press release

/ Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi

Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi

PTPN III
Share
preview

Jakarta — PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyatakan kesiapan mendukung agenda pemerintah dalam percepatan hilirisasi industri ayam terintegrasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Program industri ayam terintegrasi diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penyediaan protein hewani, terutama daging ayam dan telur, yang kebutuhannya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk serta implementasi agenda sosial pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada tahap awal, pemerintah melalui Danantara Indonesia menyiapkan investasi strategis sekitar Rp 20 triliun untuk membangun ekosistem industri ayam terintegrasi, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, hingga pengolahan dan distribusi. Pendekatan hilirisasi dipilih untuk memperkuat kesinambungan pasokan, menekan fluktuasi harga, sekaligus mendorong pemerataan produksi protein hewani ke luar Pulau Jawa.

Dalam konteks tersebut, peran badan usaha milik negara (BUMN) menjadi penting. Salah satunya PTPN IV PalmCo yang mengelola jutaan hektare perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia. Dengan portofolio aset dan infrastruktur yang telah terbentuk, PalmCo dipandang memiliki posisi strategis untuk mendukung agenda hilirisasi pangan, termasuk pengembangan peternakan ayam terintegrasi.

Hilirisasi sebagai Arah Kebijakan

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, dalam forum Road to Jakarta Food Security Summit 2026, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu pendekatan utama dalam transformasi sistem pangan nasional.

“Pengembangan industri ayam terintegrasi tidak hanya soal menambah kapasitas produksi, tetapi juga memastikan distribusi dan keterjangkauan pangan yang lebih merata, khususnya di luar Jawa,” ujar Sam.

Pendekatan terintegrasi dinilai mampu meredam ketergantungan produksi pada wilayah tertentu serta mengurangi risiko gejolak pasokan dan harga di sektor perunggasan.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan Ali Agus menekankan pentingnya menjaga posisi peternak rakyat dalam skema hilirisasi. “Hilirisasi idealnya memastikan kesinambungan dari hulu ke hilir, sekaligus membuka ruang bagi peternak rakyat untuk tumbuh bersama industri,” kata Ali Agus.

Kesiapan Lahan Jadi Kunci

Salah satu tantangan utama pengembangan peternakan modern berskala besar adalah kesiapan lahan. Di luar Jawa, ketersediaan lahan yang memiliki kepastian hukum, infrastruktur dasar, dan akses logistik kerap menjadi hambatan. Karena itu, pemanfaatan aset negara yang telah eksisting dinilai sebagai opsi strategis.

PTPN IV PalmCo berada dalam ekosistem tersebut. Dengan pengalaman panjang mengelola perkebunan sawit, perusahaan memiliki aset lahan yang relatif siap secara legal dan operasional. Namun demikian, PalmCo menegaskan pendekatan bertahap tetap menjadi prinsip utama.

Direktur Strategy dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan perusahaan memilih langkah yang terukur dan berbasis kesiapan nyata di lapangan. “Kami memahami ini adalah proyek kebijakan nasional yang besar dan lintas sektor. Karena itu, PalmCo fokus pada kesiapan yang benar-benar bisa dieksekusi,” ujar Ugun.

Menurutnya, Kalimantan Timur menjadi wilayah yang saat ini telah memasuki tahap persiapan awal untuk mendukung pembangunan peternakan ayam terintegrasi, termasuk rencana groundbreaking dalam waktu dekat. Wilayah tersebut dinilai relatif siap dari sisi aset, keselarasan tata ruang, serta dukungan rencana pengembangan wilayah. “Kalimantan Timur menjadi contoh awal kesiapan. Ini bukan soal cepat, tetapi soal tepat,” katanya.

Integrasi Sawit dan Pangan Harus Berhati-hati

Ugun menegaskan bahwa pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk kegiatan pangan memerlukan kajian menyeluruh, mencakup aspek tata ruang, lingkungan, sosial, serta keberlanjutan. “Integrasi fungsi pangan di kawasan perkebunan sawit tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Semua harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

PalmCo juga memilih tidak memberikan ekspektasi berlebihan terhadap wilayah lain yang masih dalam tahap kajian. Pendekatan ini diambil untuk menjaga kredibilitas proyek sekaligus memastikan setiap langkah dapat dipertanggungjawabkan. “Lebih baik kami berbicara berdasarkan apa yang sudah siap dan bisa dieksekusi, daripada menyampaikan rencana yang belum tentu dapat direalisasikan,” kata dia.

Ke depan, PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem pendukung ketahanan pangan nasional, dengan memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan secara optimal, bertanggung jawab, dan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi pangan serta pemerataan produksi protein hewani di Indonesia.


Categories
Food / SweetsEnvironment / SGDs / RecyclingGovernment offices / organizationsPolitics / Government / Local governmentAgriculture / Forestry / Fisheries

PTPN III
URL
Weekly Release Ranking
Nov 25, 2025 2025
What Things That Public Relations Should Prepare At The Press Conference?
PR College by VRITIMES
VRITIMES Video
vricrew bannervritimes na euvritimes jpFree consultationPR College