About us
VriTimes
Vietnam
Raise It With Press Release
press release

/ 65% Konsumen Indonesia Terkena Dampak Penipuan E-commerce: Survei Cacco Mengungkap Kebutuhan Mendesak akan Deteksi Otomatis

65% Konsumen Indonesia Terkena Dampak Penipuan E-commerce: Survei Cacco Mengungkap Kebutuhan Mendesak akan Deteksi Otomatis

Cacco Inc.
Share
preview

Cacco Inc. (Kantor Pusat: Minato-ku, Tokyo; Presiden Direktur Hiroyuki Iwai; Kode Saham: 4166; selanjutnya disebut "Cacco"), penyedia layanan deteksi penipuan Jepang No.1*1 yang berkontribusi pada pengembangan infrastruktur belanja online yang aman, telah melakukan survei mengenai kerugian akibat penipuan dan solusi pencegahannya di kalangan pelaku bisnis E-commerce (EC) dan konsumen di Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara,dengan pasar E-commerce yang  diperkirakan akan berkembang hingga mencapai 86,81 miliar USD pada tahun 2028. Sejalan dengan ekspansi pasar ini, peningkatan kerugian akibat penipuan diprediksi akan semakin meluas di masa depan.

*1:Berdasarkan survei yang dilakukan oleh TOKYO SHOKO RESEARCH, LTD., "Survei mengenai jumlah situs EC di Jepang yang menerapkan layanan deteksi penipuan berbayar" (per akhir Maret 2025).

*2:Berdasarkan International Trade Administration, "Indonesia Country Commercial Guide" (diterbitkan 17 November 2025).

 

Ringkasan Eksekutif

1. 65% pengguna E-commerce di Indonesia pernah mengalami "penipuan", angka yang menunjukkan tren lebih tinggi dibandingkan dengan Jepang.

2. Jenis kerugian utama meliputi "Penolakan COD (Bayar di Tempat)", "Pengambilalihan Akun" (Account Takeover), dan "Penipuan Barang Tidak Dikirim".

3. Sekitar 75% korban mengalami kerugian ekonomi rata-rata bulanan di bawah "Rp1.000.000 ".

4. Lebih dari 50% pelaku bisnis masih mengandalkan pemantauan manual dan sistem deteksi konvensional, Sementara adopsi 3D Secure hanya mencapai22%.

5. Bisnis E-commerce menghadapi potensi kehilangan penjualan dan peningkatan beban layanan pelanggan (customer support) akibat meningkatnya pesanan palsu. *(Nilai tukar per 7 Januari 2026)

 

■Rincian Survei

・Penyelenggara: Cacco Inc.

・Metodologi: Riset online melalui Populix

・Target: 100 Pelaku bisnis E-Commerce di Indonesia

・Periode: Mei 2025

 

1. Frekuensi Kerugian Penipuan: menunjukkan bahwa 65% pelaku bisnis E-commerce di Indonesia pernah mengalami penipuan dalam satu tahun terakhir.

Pertanyaan: Apakah Anda pernah mengalami penipuan? (Pilihan tunggal)

2. Jenis Penipuan Utama: "Penipuan COD" dan "Pengambilalihan Akun" mendominasi di Indonesia

"Penipuan terkait COD" (58%) dan "Pengambilalihan Akun"(52%) menyumbang porsi terbesar di Indonesia. yang besar. Sebaliknya, "Penipuan Kartu Kredit", yang menjadi fokus utama di Jepang, hanya tercatat sebesar 6%, menyoroti perbedaan signifikan pada lanskap keamanan antar kedua negara..

Pertanyaan: Jenis penipuan apa yang pernah Anda alami? (Pilihan ganda)

3. Kerugian Ekonomi akibat Penipuan

Sekitar 75% kerugian ekonomi bulanan terkonsentrasi di bawah Rp1.000.000. Namun, perlu dicatat bahwa 23% responden mengalami kerugian yang lebih tinggi dalam kisaran Rp1.000.000 hingga Rp10.000.000.

Pertanyaan: Berapa rata-rata kerugian ekonomi bulanan akibat penipuan pesanan? (Pilihan tunggal)

4. Solusi Pencegahan Penipuan

Lebih dari 50% bisnis masih mengandalkan pemantauan manual (51%) atau sistem internal. Sementara itu,adopsi metode keamanan 3D Secure di Indonesia baru mencapai 22%.

Pertanyaan: Metode pencegahan penipuan mana yang sedang Anda gunakan saat ini? (Pilihan ganda)

5. Beban Operasional pada Bisnis

Beban operasional manual masih sangat tinggi, di mana 49% responden menghabiskan 11 hingga 20 jam per bulan untuk melakukan pemantauan. Hal ini menimbulkan tantangan seperti membengkaknya biaya tenaga kerja dan risiko false positive.

Pertanyaan: Berapa jam yang dihabiskan setiap bulan untuk pemantauan penipuan secara manual? (Pilihan tunggal)

■ Kesimpulan
Survei ini mengungkapkan bahwa frekuensi penipuan tergolong tinggi dengan metode yang semakin beragam di pasar E-commerce Indonesia. Secara khusus, masalah seperti penolakan COD dan pesanan melalui pengambilalihan akun yang berakar pada metode pembayaran dan saluran transaksi spesifik sangat menonjol. Saat ini, banyak bisnis masih bergantung pada pemantauan manual, yang membebani sumber daya manusia secara signifikan. Ketergantungan ini tidak hanya mengurangi efisiensi tetapi juga berpotensi menyebabkan positif palsu (false positive), yang dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna.
Sebagaimana yang terjadi di Jepang dalam satu dekade terakhir, skema penipuan di Indonesia diperkirakan akan menjadi lebih canggih seiring pertumbuhan pasar. Ke depannya, pasar Indonesia perlu beralih menuju deteksi real-time dan operasi berbasis aturan otomatis untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual. Cacco bertujuan untuk mendukung kemajuan pencegahan penipuan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia dan berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem E-commerce yang berkelanjutan. 

*Nama perusahaan dan nama produk/layanan (termasuk logo) yang tercantum di sini adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari pemiliknya masing-masing.

About Cacco Inc.
■ Tentang CaccoInc.Cacco beroperasi di bawah visi perusahaan "Shaping the ‘Let’s Do It’ for a Next Game Changer" (Mewujudkan Semangat 'Ayo Lakukan' bagi Para Game Changer Masa Depan). Dengan fondasi yang kuat dalam teknologi keamanan, pembayaran, dansains data, perusahaan mengembangkan serta menyediakan algoritma dan solusi perangkat lunak yang membantu bisnis mengatasi tantangan dan mendorong inovasi. Menjadikan deteksi penipuan transaksi online sebagai bisnis intinya, Cacco menawarkan"O-PLUX," layanan deteksi penipuan No.1* di Jepang berdasarkan jumlah instalasi, yang membantu mencegah login ilegal dan pesanan tidak sah. Perusahaan juga menyediakan "O-MOTION," layanan yang mendeteksi akses tidak sah untuk mencegah kebocoran informasi di lembaga keuangan dan situs dengan sistem keanggotaan, serta solusi pencegahan penipuan phishing. Di bidang Data Science, Cacco berkontribusi pada pengurangan biaya, efisiensi operasional, dan peningkatan profitabilitas di berbagai industri seperti manufaktur,pakaian, dan konstruksi melalui pemanfaatan dan analisis data tingkat lanjut.
Contact
Cacco Inc. Public Relations: Ayumi Maeda Email: pr@cacco.co.jp Telepon: +81-3-6447-4534 Seluler: +81-50-3627-8878