/ Tangani Dampak Longsor dan Banjir di Sumatera Barat, Kementerian PU Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Akses
Menteri PU, Dody Hanggodo, telah menginstruksikan seluruh unit teknis Kementerian PU untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan penanganan darurat berjalan secepat mungkin, dan menempatkan aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Langkah cepat tanggap yang dilakukan Kementerian PU ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penanganan bencana yang cepat, tepat, dan menyeluruh.
"Kementerian PU telah menginstruksikan seluruh Balai yang ada di Sumatera Barat untuk bergerak cepat dan hadir di lokasi. Fokus kita adalah membuka kembali akses utama, memastikan fungsi infrastruktur air baku dan drainase, serta memberikan dukungan fasilitas dasar bagi masyarakat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," ujar Menteri Dody.
Salah satu dampak paling signifikan dari cuaca ekstrem ini adalah tertutupnya akses jalan nasional ruas Padang–Bukittinggi akibat material longsor, khususnya di kawasan Lembah Anai. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa tim di lapangan terus berupaya membersihkan material longsor agar jalur vital tersebut dapat kembali dilalui.
"Akses jalan Padang–Bukittinggi terputus imbas tanah longsor di daerah Lembah Anai. Longsor tersebut menutup jalan sehingga tidak dapat dilewati. Saat ini sedang kita lakukan penanganan dan pembersihan. Semalam ada satu titik yang sudah kita tangani, tetapi pagi tadi longsor lagi dan ada beberapa tambahan titik lokasi," jelas Elsa.
Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V melaporkan intensitas hujan yang sangat tinggi, mencapai 212 mm/hari di DAS Anai. Kondisi ini memicu luapan sungai, banjir, dan sedimentasi yang berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat.
Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memobilisasi alat berat untuk menormalisasi fungsi infrastruktur air yang terganggu.
"BWS Sumatera V telah mengirimkan beberapa unit alat berat termasuk excavator long arm untuk menangani sedimen pada intake PDAM di Sungai/Batang Kuranji serta mengirimkan bantuan bronjong ke daerah Solok dan Tanah Datar," kata Naryo.
Naryo menambahkan, BWS Sumatera V juga menyiapkan langkah jangka panjang. "Kami juga menyiapkan penanganan lanjutan berupa normalisasi sungai, pembentukan alur, serta usulan pembangunan struktur pengendali banjir sesuai masterplan yang sudah tersedia," tambahnya.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat turut memberikan dukungan fasilitas bagi warga terdampak. Kepala BPBPK Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, menyebutkan bahwa bantuan sanitasi dan hunian sementara telah didistribusikan.
Dua unit toilet portabel telah disiapkan di lokasi terdampak, serta dua unit hunian umum (HU) dikirimkan ke SMP 44 Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang saat ini dialihfungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi warga.
Menutup keterangannya, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan selesai. Kementerian PU terus melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan berjalan terpadu. Setelah tahap tanggap darurat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan dipersiapkan sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
"Kementerian PU memastikan seluruh infrastruktur yang rusak akan mendapatkan penanganan sesuai dengan kebutuhan teknis. Pemerintah hadir sepenuhnya untuk memastikan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman," tutup Menteri Dody.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak