/ Angkat Isu Ramadan Global dan Halal Tourism, FDCHT BINUS University Gelar “Ramadhan Safari Talks 2026”
Jakarta, 26 Februari 2026 — Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi yang relevan dan berdampak melalui penyelenggaraan Ramadhan Safari Talks 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini menjadi wadah berbagi wawasan lintas disiplin mengenai budaya Ramadan di berbagai negara, perkembangan industri halal tourism, serta peran strategis komunikas idalam membangun koneksi di tengah perbedaan budaya dan latar belakang
Mengusung semangat “Ngabuburit sambil cari insight”, acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMA/sederajat, mahasiswa, akademisi, industri, hingga masyarakat umum yang tertarik memperluas perspektif global mereka. Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan tiga narasumber yang membagikan pengalaman, refleksi, dan pandangan strategis dari sudut pandang akademik maupun praktis.
Dr. Arif Zulkarnain, S.E., M.M., CHE, CHIA., selaku perwakilan dari program Hotel Management BINUS University menyoroti bagaimana Ramadan dijalani di berbagai belahan dunia Muslim dan bagaimana nilai-nilai universal di bulan suci ini dapat menjadi jembatan antarbudaya. Dalam sesinya, ia menyampaikan,
“Ramadan bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang bagaimana nilai empati, disiplin, dan kebersamaan diterjemahkan dalam konteks budaya yang berbeda-beda. Dari situ kita belajar bahwa keberagaman justru memperkaya cara kita memaknai bulan suci ini.”
Sementara itu, Wendy Purnama Tarigan, M.M., M.B.A., selaku perwakilan dari program Event and Travel Business BINUS University membahas peluang dan tantangan industri halal tourism yang terus berkembang di tingkat global. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan strategi yang adaptif terhadap perubahan pasar.
“Halal tourism bukan lagi niche market, tetapi sudah menjadi bagian dari arus utama industri pariwisata global. Tantangannya adalah bagaimana kita menyiapkan talenta dan strategi yang mampu menjawab ekspektasi wisatawan yang semakin kompleks dan beragam,” ujarnya.
Dari perspektif komunikasi, Sari Ramadanty, S.Sos., M.Si.,selaku Head of Program dari Marketing Communication mengajak peserta merefleksikan bagaimana pesan-pesan Ramadan dapat disampaikan secara lebih bermakna dan inklusif di era digital.
“Di tengah derasnya arus informasi, cara kita berkomunikasi perlu tetap relevan. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menyampaikan pesan yang tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mampu mendekatkan berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.
Melalui Ramadhan Safari Talks 2026, FDCHT BINUS University menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan wawasan global, sensitivitas budaya, dan pemikiran strategis yang relevan dengan dinamika industri dan masyarakat. Dengan terselenggaranya acara ini, FDCHT BINUS University berharap bahwa acara ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan bertumbuh bersama di bulan Ramadan sekaligus mendorong lahirnya perspektif baru dalam melihat peran komunikasi dan pariwisata di dunia yang semakin terhubung.