/ KAI Logistik Kenalkan Green Logistics di Acara Green Movement Bersama Komunitas Peduli Lingkungan
Dalam kegiatan tersebut, Manager of Public Relation KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, memperkenalkan konsep Green Logistics sekaligus peran moda kereta api dalam mendukung logistik yang lebih berkelanjutan Mengacu pada Jean-Paul Rodrigue (2020) dalam The Geography of Transport Systems, kereta api menjadi salah satu pilihan yang ideal untuk mendukung pengiriman barang jarak jauh pada rentang 750 hingga 1.500 kilometer. “Dari sisi penggunaan bahan bakar dan emisi, kereta api lebih hemat dan ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Karena itu, kolaborasi multimoda yang menggabungkan truk untuk jarak pendek dan kereta api sebagai moda utama untuk jarak jauh dapat menjadi solusi logistik yang efisien sekaligus lebih ramah lingkungan,” jelas Adjeng.
Komitmen tersebut sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environment, Social, and Governance) yang terus dikembangkan KAI Logistik dalam kegiatan operasional maupun program perusahaan. Pada aspek Environment, KAI Logistik menerapkan sejumlah inisiatif seperti pemanfaatan solar panel di warehouse, pencantuman emisi karbon pada invoice pelanggan angkutan kereta api container, pengelolaan, pemanfaatan kembali seragam pegawai, penghematan penggunaan listrik, serta penanaman pohon dengan pengukuran potensi penyerapan karbon. Pada aspek Social, perusahaan turut mendorong pemberdayaan UMKM, konektivitas ekonomi lokal, dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial yang berorientasi pada pencapaian SDGs.
Sementara itu, pada aspek Governance, KAI Logistik memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui penyusunan Sustainability Report, implementasi Green Freight Logistic dengan perhitungan dan pelaporan GRK sesuai standar ISO 14083, pemantauan operasional melalui Command Center, serta implementasi ESG Roadmap 2025–2029. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen, tetapi juga terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan.
Melalui kegiatan Green Movement, KAI Logistik juga mendorong peran komunitas dan masyarakat untuk memahami bahwa penerapan logistik berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pelaku industri, penyedia jasa logistik, komunitas, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas pemahaman mengenai pilihan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan sekaligus mendorong perubahan perilaku yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat implementasi Green Logistics melalui pengembangan layanan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan logistik yang tidak hanya mengutamakan aspek efisiensi dan keandalan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. “Kami percaya bahwa langkah menuju logistik yang lebih hijau tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan gerakan bersama agar keberlanjutan dapat menjadi bagian dari perjalanan kita menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Adjeng.