/ Krakatau Steel Gelar "Simfoni Ramadhan" Pererat Sinergi Lintas Sektoral Di Banten
Acara dibuka dengan suasana khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Alvino Dinofa Tirta Atmaja dan Febriera Aisyah Romanza, murid Program Tahfidz Quran SMA Islam Al Azhar 6. Agenda utama dilanjutkan dengan sesi Istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Muchtar Fatawi untuk memohon keberkahan dan keteduhan bagi masa depan industri serta kesejahteraan bangsa.
Komitmen Sinergi Lintas Sektoral
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa agenda "Simfoni Ramadhan" yang tahun lalu pertama kalinya diselenggarakan adalah tradisi silaturahmi tahunan dalam merajut kembali kedekatan antara Krakatau Steel dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Banten.
“Melalui penguatan sinergi lintas sektoral, kami optimis Krakatau Steel Group sebagai BUMN yang sudah berusia 56 tahun di kota Cilegon dapat terus memberikan manfaat, nilai tambah, dan kemaslahatan kepada masyarakat provinsi Banten, kota Cilegon, dan tentunya kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Lebih lanjut Dr. Akbar Djohan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan berharap agar sinergi lintas sektoral terus terjaga di masa mendatang.
Penyaluran Santunan dan Program Pemberdayaan: Investasi Sosial untuk Masa Depan
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang berkelanjutan, acara "Simfoni Ramadhan" menjadi momentum utama bagi prosesi penyerahan bantuan secara simbolis yang dilakukan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas dan Krakatau Steel Group.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai donasi satu arah, melainkan sebagai bentuk investasi sosial yang terukur untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah Banten secara jangka panjang.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran santunan kepada 1.499 anak yatim dan dhuafa, sebuah angka yang mencerminkan besarnya semangat kebersamaan kolektif di bulan yang penuh berkah. Tak berhenti pada santunan, Krakatau Steel Group juga menaruh perhatian besar pada penguatan kemandirian ekonomi bagi komunitas disabilitas di Kota Cilegon. Dukungan ini diwujudkan melalui pemberian pelatihan keterampilan yang komprehensif serta bantuan sepuluh unit mesin jahit, dengan harapan para penyandang disabilitas dapat memiliki kedaulatan ekonomi dan berdaya secara mandiri di tengah masyarakat.
Melengkapi ikhtiar pemberdayaan tersebut, perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap masa depan generasi muda melalui investasi pendidikan bagi mahasiswa yatim dan dhuafa berprestasi di Kota Cilegon. Penyerahan beasiswa dengan total nilai mencapai Rp100.000.000,- ini menjadi langkah konkret perusahaan untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi putra-putri daerah dalam meraih pendidikan tinggi. Melalui rangkaian program ini, Krakatau Steel Group mempertegas semangatnya untuk terus memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan Kota Cilegon dan Provinsi Banten di masa depan.
Sinergi Spiritual dan Kemandirian Industri
Tokoh ulama kharismatik Banten, KH. Embay Mulya Syarief, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya bulan Ramadan sebagai momen pembentukan karakter, disiplin, dan peningkatan ketakwaan.
Dirinya menekankan keistimewaan Ramadan, seperti pahala yang dilipatgandakan dan adanya malam Lailatul Qadar. Tausiah diakhiri dengan ajakan untuk memanfaatkan Ramadan sebaik-baiknya, memperbanyak doa, dan berharap agar keberkahan Ramadan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Kita juga ingin seperti yang disampaikan Pak Dirut bahwa Krakatau Steel Group sebagai lokomotif ekonomi khusus di Provinsi Banten bisa kembali lagi reborn, kembali meraih kejayaan sehingga manfaatnya bukan hanya untuk masyarakat Banten, tapi juga seluruh bangsa Indonesia,” jelas KH. Embay Mulya Syarief.
Sebagai informasi, turut berpartisipasi pada kegiatan ini di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Tokoh Ulama/Kyai, organisasi keagamaan, akademisi, tokoh adat, organisasi pengusaha, kepemudaan, dan kemahasiswaan.