About us
VriTimes
Vietnam
Raise It With Press Release
press release

/ Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat yang Sering Dilakukan

PT Bank Neo Commerce Tbk
Share
preview

Dana darurat sebaiknya mudah diakses saat dibutuhkan. Sayangnya, masih banyak orang yang fokus mengumpulkan dana darurat, tetapi lupa memastikan penempatannya sudah sesuai dengan kebutuhan.

Pertanyaan seperti "dana darurat berapa?", "dana darurat berapa persen dari gaji?", atau "dana darurat berapa kali gaji?" memang sering muncul. Namun, jumlah dana bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Cara menyimpan dana darurat juga berpengaruh terhadap kemudahan menggunakannya saat kondisi mendesak.

Lalu, kesalahan apa saja yang masih sering dilakukan?

Dana Darurat Berapa yang Ideal?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang karena kebutuhan setiap orang berbeda.

Meski begitu, banyak panduan perencanaan keuangan menggunakan kisaran berikut sebagai acuan:

Lajang: sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan.

Sudah menikah: sekitar 6–9 kali pengeluaran bulanan.

Memiliki tanggungan: sekitar 9–12 kali pengeluaran bulanan.

Angka tersebut bukan aturan baku. Besarnya dana darurat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, pekerjaan, jumlah tanggungan, dan kebutuhan masing-masing.

Dana Darurat Berapa Persen dari Gaji?

Banyak orang juga bertanya, dana darurat berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan setiap bulan?

Tidak ada persentase yang wajib diikuti. Sebagian orang memilih menyisihkan sekitar 10–20% dari penghasilan hingga target dana darurat tercapai.

Kalau nominal tersebut terasa berat, tidak masalah memulai dari jumlah yang lebih kecil. Konsistensi biasanya lebih penting daripada mengejar nominal besar di awal.

Kesalahan Menyimpan Dana Darurat

1. Mencampur Dana Darurat dengan Uang Belanja

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menyimpan semua uang dalam satu rekening.

Akibatnya, dana darurat ikut terpakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa disadari.

Memisahkan dana sesuai tujuan dapat membantu menjaga disiplin sekaligus memudahkan memantau perkembangannya.

2. Menggunakan Dana Darurat untuk Keinginan Sesaat

Dana darurat seharusnya digunakan untuk kondisi yang benar-benar mendesak, misalnya:

- Kehilangan pekerjaan.

- Biaya pengobatan.

- Perbaikan kendaraan yang digunakan untuk bekerja.

- Kebutuhan mendesak lainnya.

Belanja diskon atau liburan dadakan sebaiknya tidak diambil dari dana darurat.

3. Menargetkan Nominal Terlalu Besar

Sebagian orang menunda membangun dana darurat karena merasa harus langsung mengumpulkan puluhan juta rupiah.

Padahal, dana darurat bisa dibangun secara bertahap sesuai kemampuan.

Mulai dari nominal kecil tetap lebih baik dibanding terus menunda.

4. Tidak Menambah Dana Darurat Saat Penghasilan Naik

Kenaikan penghasilan sering diikuti kenaikan gaya hidup.

Padahal, kebutuhan dana darurat juga bisa berubah seiring bertambahnya tanggungan atau pengeluaran bulanan.

Luangkan waktu untuk mengevaluasi target dana darurat secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.

Bolehkah Dana Darurat Disimpan di Deposito?

Pada umumnya, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang mudah diakses ketika dibutuhkan.

Namun, apabila dana darurat sudah terbentuk dalam jumlah yang memadai, sebagian orang memilih membagi penyimpanannya sesuai kebutuhan likuiditas. Misalnya, sebagian tetap disimpan di tabungan untuk kebutuhan mendesak, sementara sebagian lainnya dipertimbangkan pada produk simpanan berjangka sesuai tujuan dan karakteristik produknya.

Pilihan ini tentu perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan serta kebutuhan masing-masing.

Kelola Dana Lebih Terencana dengan Deposito FLEXI neobank

Kalau kamu memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, Deposito FLEXI di neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Melalui aplikasi neobank, pembukaan deposito dapat dilakukan secara digital tanpa perlu datang ke kantor cabang. Tersedia pilihan tenor mulai dari 1 hingga 12 bulan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan keuangan.

Deposito FLEXI memberikan fleksibilitas apabila dana dicairkan sebelum jatuh tempo. Nasabah tetap memperoleh bunga kompetitif*. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah bisa mendapatkan bunga sebesar 2% per tahun sesuai ketentuan produk, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam mengelola dana.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bạn đã sẵn sàng dùng thử VRITIMES?
VRITIMES là nền tảng phân phối thông cáo báo chí được sử dụng bởi hơn 5,000 doanh nghiệp. Phân phối bắt đầu từ 245.000 vnđ với đảm bảo xuất bản trên 15 phương tiện truyền thông.