/ Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional
Mengusung tema “Logistic Unlocked: Seni Menggerakkan Bangsa”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membangun pemahaman generasi muda terhadap tantangan logistik nasional, integrasi kawasan industri, serta pentingnya konektivitas distribusi nasional.
Kolaborasi Industri dan Akademisi Perkuat Daya Saing Nasional
Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan bahwa kehadiran Direktur Utama Krakatau Steel Group di lingkungan kampus menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan praktis dari dunia industri nasional.
“Kehadiran Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di tengah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin merupakan kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggali wawasan praktis, pengalaman industri, serta inspirasi dalam pengembangan penelitian dan pengabdian ke depan,” ujar Prof. Dr. Hamzah Halim.
Logistik Jadi Strategi Besar Menggerakkan Bangsa
Dalam kuliah umumnya, Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa logistik bukan sekadar persoalan distribusi barang, tetapi menjadi strategi besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Logistik tidak sekadar urusan memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Logistik adalah seni menghubungkan produksi, industri, perdagangan, hingga kebutuhan masyarakat dalam satu rantai yang saling terintegrasi,” ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Asosisasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ALFI) dan Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).
Dr. Akbar Djohan juga menekankan bahwa efisiensi logistik bukan hanya soal kecepatan distribusi, tetapi memastikan sistem distribusi berjalan melalui strategi dan konektivitas yang tepat agar mampu mendukung kebutuhan industri dan masyarakat secara berkelanjutan.
Kawasan Industri Krakatau Perkuat Integrasi Logistik Nasional
Dr. Akbar Djohan menjelaskan bahwa Krakatau Steel Group melalui Kawasan Industri Krakatau di Cilegon menjadi salah satu kawasan industri paling lengkap di Indonesia dengan dukungan konektivitas logistik terintegrasi mulai dari jalan tol, jalur kereta api, hingga pelabuhan.
Menurutnya, integrasi kawasan industri tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan efisiensi distribusi nasional sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.
Selain itu, Krakatau Steel Group juga terus mendukung kebijakan pemerintah terkait Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) guna menciptakan sistem logistik nasional yang lebih aman dan berkelanjutan.
Digitalisasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Efisiensi Logistik
Dalam paparannya, Dr. Akbar Djohan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas rantai pasok antara pelabuhan, industri, transporter, forwarder, hingga pemerintah dalam menciptakan sistem logistik nasional yang lebih kompetitif dan terintegrasi.
“Kolaborasi lintas rantai pasok antara pelabuhan, forwarder, industri, transporter, dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkan konektivitas logistik yang terintegrasi, menekan biaya logistik, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tutup Dr. Akbar Djohan.
Menurutnya, integrasi digital melalui National Logistics Ecosystem (NLE) juga menjadi langkah penting dalam menciptakan arus logistik yang lebih cepat, transparan, efisien, dan kompetitif guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada kesempatan tersebut, Dr Akbar Djohan juga melansir buku yang ditulisnya seputar logistic yang berjudul “Hukum Logistik” yang berisi integrasi hukum rantai pasok system logistic nasional. Dan buku tersebut disambut dengan antusias karena menjadi acuan mahasiswa dan professional dalam bidang logistik.