/ Dari Operasional hingga Layanan Pelanggan, KAI Logistik Hadirkan Logistik yang Lebih Ramah Lingkungan
Bagi KAI Logistik, keberlanjutan bukan hanya tentang memilih moda transportasi yang menghasilkan emisi lebih rendah, tetapi juga tentang membangun budaya operasional yang peduli terhadap lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan standar dan regulasi lingkungan, pengendalian dampak operasional, hingga kebiasaan sederhana di lingkungan kerja seperti mengurangi penggunaan kertas, membatasi plastik sekali pakai, dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
VP of Corporate Secretary, Dwi Wulandari, mengatakan bahwa Green Logistics menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis sehari-hari. "Kami berkomitmen memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai regulasi lingkungan yang berlaku sekaligus terus menghadirkan inovasi untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Kami percaya layanan logistik tidak hanya harus andal dalam mendukung distribusi barang, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, KAI Logistik mengembangkan berbagai inisiatif berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan ekonomi sirkular. Implementasinya dilakukan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan mendorong penggunaan tumbler, pemanfaatan kembali wadah, karton, dan material kemasan yang masih layak pakai, serta pengolahan material bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna baru, seperti karton bekas yang dimanfaatkan kembali sebagai material packing. Perusahaan juga terus memperluas digitalisasi dokumen untuk mengurangi penggunaan kertas serta melaksanakan kampanye kepedulian lingkungan secara rutin di lingkungan kerja.
Selain itu, perusahaan terus memperkuat pengendalian lingkungan dari aktivitas operasional melalui pengelolaan dan pengendalian air limbah sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti penyediaan dan pengelolaan Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) pada area terminal muat/bongkar batu bara di Sumatera Selatan, pengujian kualitas air limbah secara berkala melalui laboratorium terakreditasi, monitoring kualitas lingkungan setiap enam bulan melalui pelaporan RKL-RPL atau UKL-UPL, pengelolaan limbah B3 sesuai peraturan yang berlaku, serta pengendalian emisi dan penerapan house keeping lingkungan di area operasional. Seluruh upaya tersebut dievaluasi secara berkala melalui Environment Accountability Program (EAP) sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui peningkatan transparansi kepada pelanggan. Saat ini, KAI Logistik telah mencantumkan informasi estimasi jejak karbon (carbon footprint) pada invoice pengiriman sehingga pelanggan dapat mengetahui estimasi emisi karbon (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas pengiriman menggunakan moda kereta api. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap pentingnya memilih layanan logistik yang lebih berkelanjutan sekaligus mendorong kolaborasi dalam upaya pengurangan emisi.
Atas berbagai upaya tersebut, KAI Logistik turut memperoleh apresiasi melalui penghargaan pada ajang penghargaan internal KAI Group atas implementasi pengelolaan lingkungan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat budaya keberlanjutan serta mengembangkan berbagai inovasi Green Logistics.
"Kami berharap setiap langkah yang kami lakukan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui layanan logistik yang andal dan efisien, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan. Ke depan, KAI Logistik akan terus menghadirkan solusi logistik yang semakin kompetitif, berkelanjutan, dan mendukung terciptanya sistem transportasi barang yang lebih hijau di Indonesia," tutup Dwi.