/ Menteri Dody Pastikan Pengerjaan Tol Semarang-Demak dan Percepatan Penanganan Banjir Rob Kaligawe-Sayung-Terboyo
Menteri Dody menegaskan bahwa proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 sepanjang 10,64 km ini memiliki peran penting. Infrastruktur jalan ini dirancang terintegrasi dengan Tanggul Laut dan sistem polder. Oleh karena itu, selain berfungsi memperkuat konektivitas antarwilayah, jalan tol ini juga menjadi solusi strategis penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut.
Kementerian PU melakukan upaya pengendalian banjir rob di kawasan Kaligawe-Terboyo-Sayung secara paralel dengan penyelesaian konstruksi jalan tol, pembangunan kolam retensi, rumah pompa, dan sodetan Sayung.
"Pengendalian rob Kaligawe terus kita kerjakan, memang sekarang masih belum selesai, dan ini saya lihat langsung progresnya," ujar Menteri Dody di sela-sela peninjauan.
Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi Kaligawe–Sayung terus dipercepat guna mendukung pengendalian banjir rob di kawasan Kaligawe dan sekitarnya. Berdasarkan data per 24 November 2025, progres konstruksi secara keseluruhan telah mencapai 58,31%. Pekerjaan ini terbagi dalam tiga paket dengan rincian capaian sebagai berikut:
Paket 1A: Mencatat realisasi progres sebesar 81,18%.Paket 1B: Telah mencapai 55,39%.Paket 1C: Mencapai 45,82%.
Seluruh paket pekerjaan menunjukkan percepatan signifikan, khususnya pada pekerjaan struktur, tanggul laut, dan fasilitas utama pendukung sistem polder. Saat ini, infrastruktur pendukung berupa tanggul laut yang terintegrasi dengan jalur tol telah tersambung sepenuhnya.
Selain mengandalkan tol yang terintegrasi tanggul laut, Kementerian PU juga melakukan langkah taktis penanganan banjir rob melalui penyiapan mobile pump (pompa bergerak) di sejumlah titik rawan genangan di Kaligawe dan Sayung.
Kementerian PU juga tengah membangun sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1. Sistem ini terdiri dari pembangunan enam rumah pompa dengan kapasitas total 81 m³/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km. Fasilitas ini nantinya akan menjadi penguat utama bagi sistem polder Tanggul Laut Semarang–Demak.
Secara keseluruhan, infrastruktur ini diproyeksikan mampu mereduksi banjir pada area seluas 4.429 hektare dan melindungi sekitar 254.546 jiwa penduduk di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk.
Dengan progres yang berjalan sesuai rencana percepatan, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan dapat beroperasi penuh pada April 2027. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi permanen terhadap masalah genangan rob sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik di jalur Pantura.
"Kita ingin pastikan progres di lapangan berjalan baik. Tol ini bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi tameng utama kita terhadap rob di Semarang," jelas Menteri Dody.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak