/ Dukung Ketahanan Energi Nasional, Krakatau Steel Suplai Pipa Baja Proyek Pipanisasi Dumai Sei Mangkei
Acara ini dihadiri oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha & Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo dan PLT Direktur Produksi & Teknologi PT Krakatau Pipe Industries Erwin Saputra, disaksikan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono
Konsorsium Krakatau Steel Dukung Proyek Strategis Nasional Migas
Pengadaan pipa baja untuk Proyek Dusem ini dikerjakan oleh Konsorsium Krakatau Steel melalui salah satu anak usahanya PT Krakatau Pipe Industries yang bergerak di bidang manufakturing pipa baja dan jasa pelapisan anti korosi beserta pabrikan dalam negeri lainnya.
Proyek ini akan menggunakan pipa baja ERW/HSAW dengan spesifikasi API 5L X52 PSL 2. Dengan masing-masing diameter 20 Inch termasuk 3LPE Coating dengan total panjang hingga 541 KM yang dirancang untuk memenuhi standar mutu dan keselamatan tinggi sesuai kebutuhan proyek nasional yang akan mengaliri gas dari Skg Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu dan Stasiun Labuhan Batu sampai dengan fasilitas di Duri.
Lebih dari 80.000 Ton Pipa Baja Disuplai Krakatau Steel
Hernowo, menjelaskan bahwa Krakatau Steel akan berkontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan material utama proyek tersebut. “Melalui anak usaha Krakatau Pipe Industries, lebih dari 80.000 ton pipa baja Krakatau Steel Group akan kami suplai untuk kebutuhan proyek strategis ini,” ujar nya.
Krakatau Steel Perkuat Peran Industri Baja Nasional
Adapun Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa keterlibatan Krakatau Steel dalam Proyek Dusem merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya ketahanan energi dan penguatan industri dalam negeri.
“Partisipasi Krakatau Steel Group dalam Proyek Dusem menunjukkan kesiapan industri baja nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi strategis. Ini sekaligus menjadi wujud kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong penggunaan produk baja dalam negeri secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA)
Proyek Dusem Dorong Ketahanan Energi dan Transisi Energi Nasional
Sebagai informasi, Proyek Dusem salah satu proyek strategis nasional pipa transmisi gas bumi dengan panjang sekitar 541 km yang membentang dari Belawan hingga Duri, Sumatra.
Proyek ini dirancang untuk mengalirkan gas dari WK Andaman menuju Jawa, proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada 2025–2027 guna mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan kemakmuran Rakyat Indonesia.
Penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak awal dimulainya rangkaian pekerjaan Proyek Dusem, dan diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara Produsen Baja Nasional dan EPC Kontraktor Pelaksana guna memastikan proyek berjalan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memenuhi aspek keselamatan dan kualitas yang ditetapkan.