/ Krakatau Steel Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Menuju Indonesia Emas 2045
Widodo menegaskan bahwa PSN bukan hanya program pembangunan fisik, tetapi fondasi percepatan industrialisasi yang akan menempatkan baja sebagai komponen paling strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
“PSN 2025–2029 tidak sekadar membangun proyek publik, tetapi membuka struktur permintaan baja baru yang berasal dari tumbuhnya kawasan industri, logistik, manufaktur, dan hilirisasi. Ketika infrastruktur publik terhubung dengan kawasan industri, multiplier konsumsi baja akan bergerak bertahap menuju level negara industri,” ujar Widodo Setiadharmaji.
PSN Sebagai Fondasi Pertumbuhan Permintaan Baja Nasional
Kenaikan konsumsi baja nasional dari 15,1 juta ton (2018) menjadi 17,6 juta ton (2023) menunjukkan tren pertumbuhan jangka panjang yang stabil. Dengan proyeksi mencapai 19,6 juta ton pada 2025, kebutuhan baja yang terus meningkat ini akan diperkuat oleh PSN 2025–2029 yang mencakup tujuh kelompok strategis di antaranya sektor pangan, air, energi, hilirisasi, transformasi digital, pembangunan manusia, kawasan industri, dan konektivitas.
Dari seluruh PSN, kebutuhan baja terbesar berasal dari pembangunan kawasan industri & KEK (12,4 juta ton) serta proyek konektivitas—jalan, rel, pelabuhan, bandara, dan utilitas kawasan (8,9 juta ton). Kedua kategori ini merupakan fondasi ekspansi sektor manufaktur dan logistik nasional.
PSN berfungsi sebagai public investment trigger, yakni investasi publik yang memicu peningkatan investasi swasta dalam skala besar. Multiplier effect ini akan mendorong permintaan baja dalam berbagai sektor seperti perumahan modern, pabrik, pusat logistik, data center, dan industri berat.
Indonesia Menuju Konsumsi Baja 100 Juta Ton
Kajian Widodo Setiadharmaji memproyeksikan bahwa konsumsi baja Indonesia akan tumbuh bertahap sebagai berikut ini:
2026–2029: naik dari 23 juta ton menjadi 32 juta ton
2030–2034: rata-rata 36 juta ton per tahun
2035–2039: rata-rata 59,5 juta ton per tahun
2040–2045: berpotensi menembus 100 juta ton per tahun
Menyikapi hal tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) sebagai BUMN strategis dan produsen baja terintegrasi menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan PSN tersebut. Dengan proyeksi tersebut, Krakatau Steel menyatakan komitmennya sebagai tulang punggung pemenuhan baja nasional.
“PSN 2025–2029 merupakan momentum untuk memperkuat daya saing industri baja Indonesia dan memastikan kedaulatan industri dalam negeri. Kami siap bertransformasi dan memperluas kapasitas agar Indonesia tidak lagi bergantung pada baja impor,” ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Krakatau Steel memandang tren ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kapasitas produksi nasional dan untuk menekan impor. Melalui proyeksi tersebut, Krakatau Steel memastikan kebutuhan baja PSN, hilirisasi, dan ekspansi kawasan industri dapat dipenuhi melalui standar kualitas tinggi dan kemampuan produksi yang terintegrasi.
Mewujudkan Kemandirian Industri Baja Nasional
Agenda pembangunan nasional tertuang dalam Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Hal ini meliputi penguatan industrialisasi, efisiensi logistik, dan integrasi kawasan sebagai prioritas utama untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Dalam kerangka ini, industri baja memiliki peran penting sebagai material dasar bagi seluruh rantai pembangunan, mulai dari infrastruktur, industri manufaktur, energi, hingga hilirisasi mineral. Konektivitas yang semakin baik dan kawasan industri yang semakin terintegrasi akan menciptakan permintaan baja yang lebih besar dan lebih stabil, sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian industri.
Sejalan dengan arah tersebut, Krakatau Steel berperan sebagai aktor strategis dalam memastikan ketersediaan baja nasional yang berkualitas tinggi untuk seluruh kebutuhan pembangunan. Dengan transformasi yang saat ini tengah dijalankan, Krakatau Steel berada pada posisi yang tepat untuk mendukung implementasi Asta Cita, mulai dari penyediaan baja bagi PSN hingga peningkatan kapasitas pasokan untuk sektor hilirisasi dan manufaktur.
Di tengah agenda besar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, Krakatau Steel akan terus memperkuat kontribusinya sebagai tulang punggung kedaulatan industri dan katalis bagi percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis industri. Hal ini sejalan dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto demi kemakmuran rakyat Indonesia. Dan keberhasilan tersebut tak lepas dengan dukungan Danantara ke depannya.